CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID –
ID – SDN Cipondoh Makmur menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih bermakna melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) yang terintegrasi dengan Ruang Murid Rumah Pendidikan.
Inovasi tersebut menciptakan proses belajar yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Melalui materi Energi dan Lingkungan, peserta didik diajak belajar menggunakan video pembelajaran, presentasi interaktif, permainan edukatif, hingga praktik pemanfaatan barang bekas untuk menumbuhkan kreativitas siswa.
Guru SDN Cipondoh Makmur, Ratu Meri Agusta, menjelaskan penggunaan PID memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran konvensional. Menurutnya, teknologi mampu menjadi jembatan yang membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami sekaligus meningkatkan antusiasme peserta didik selama proses belajar berlangsung.
“Melalui Papan Interaktif Digital, saya ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membuat anak-anak memahami materi, tetapi juga menikmati setiap proses belajarnya. Mereka belajar sambil bermain, berdiskusi, dan berkolaborasi dengan teman-temannya,” ujarnya, Rabu 1 Juli 2026.
Ia menuturkan pada materi energi dan lingkungan, peserta didik diajak mengeksplorasi konsep melalui berbagai media pembelajaran yang tersedia di Ruang Murid Rumah Pendidikan.
Selain itu, ia menegaskan video pembelajaran, presentasi interaktif hingga kegiatan cerdas cermat ini dimanfaatkan secara terpadu agar setiap peserta didik dapat belajar sesuai dengan gaya belajarnya.
Menurutnya, kehadiran media digital membuat peserta didik lebih berani mengemukakan pendapat, bertanya serta terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembelajaran.
“Saya melihat perubahan yang sangat positif. Anak-anak menjadi lebih percaya diri saat menyampaikan pendapat, lebih aktif berdiskusi, dan tidak ragu mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan pada metode pembelajaran ini peserta didik diajak untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan praktik membuat berbagai kreasi dari bahan bekas atau barang yang sudah tidak terpakai. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
“Bagi saya, pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata. Ketika anak-anak mampu mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai, mereka tidak hanya belajar tentang lingkungan, tetapi juga belajar berpikir kreatif dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia menambahkan integrasi PID dengan Ruang Murid Rumah Pendidikan turut mendukung penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21.
“Teknologi bukan tujuan akhir dalam pembelajaran, tetapi menjadi sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Harapan saya, setiap anak dapat tumbuh menjadi pembelajar yang kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Ke depan, melalui inovasi pembelajaran berbasis Papan Interaktif Digital dan Ruang Murid Rumah Pendidikan SDN Cipondoh Makmur menunjukkan pemanfaatan teknologi ini dapat berjalan seiring dengan penguatan karakter, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. (*)










