CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum berhasil dipadamkan hingga Rabu, 1 Juli 2026 siang. Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api yang mulai membakar kawasan TPA sejak Selasa, 30 Juni 2026 siang.
Proses pemadaman mengalami kendala karena material yang terbakar didominasi tumpukan sampah dan bahan mudah terbakar. Selain itu, titik api berada di tumpukan sampah dengan ketinggian yang menyulitkan petugas untuk menjangkaunya.
Kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Suhu udara yang cukup panas disertai embusan angin membuat api terus merambat ke area lain sehingga upaya pemadaman berlangsung lebih sulit.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Hartanto mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Kabupaten Tangerang belum berpotensi diguyur hujan dalam dua hari ke depan.
“Hari ini, Rabu (1/7), cuaca di Kabupaten Tangerang pada pagi hingga siang diperkirakan cerah berawan hingga berawan, sedangkan malam hingga dini hari berawan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 1 Juli 2026.
Hartanto menambahkan, suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 55 hingga 90 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 5 sampai 35 kilometer per jam.
Sementara untuk Kamis, 2 Juli 2026, cuaca di Kabupaten Tangerang secara umum diprakirakan berawan sepanjang hari dengan suhu berkisar 24 hingga 33 derajat Celsius dan kelembapan udara antara 60 hingga 90 persen.
“Pada pagi hingga siang cuaca umumnya berawan. Sore hari terdapat potensi hujan ringan, sedangkan malam hari berawan hingga cerah berawan,” tambahnya.
Di sisi lain, BMKG juga memprakirakan wilayah Kota Tangasel mulai memasuki awal musim kemarau pada awal Juli 2026. Awal musim kemarau tersebut mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal yang biasanya terjadi pada Juni.
Menurut Hartanto, musim kemarau di Kota Tangsel diperkirakan berlangsung selama 19 hingga 21 dasarian, dengan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada September 2026.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca pada awal musim kemarau karena berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan maupun tumpukan sampah,” tutupnya. (*)










