KRONJO,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Kronjo, bergerak cepat merespons laporan sosial terkait kondisi Juleha, seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Sumur Buyut, Desa Pagenjahan, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Juleha saat ini tengah berjuang melawan penyakit gagal ginjal kronis dan ketergantungan pada tindakan cuci darah rutin.
Mendapat laporan dari pegiat sosial Marnan Sarbini, Camat Kronjo M Mumu Muklis langsung menginstruksikan Kepala Seksi Pemberdayaan beserta tim medis Puskesmas Kronjo untuk turun ke lapangan memberikan penanganan darurat dan pendampingan medis.
Sebagai langkah jangka panjang, pihak Kecamatan Kronjo kini tengah membangun koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang.
Upaya ini dilakukan agar Juleha bisa mendapatkan pelayanan cuci darah sesuai dengan prosedur medis yang berlaku.
Selain penanganan medis, kendala transportasi pasien juga menjadi perhatian utama pihak kecamatan.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar Ibu Juleha mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kepala Desa Pagenjahan untuk memfasilitasi mobil siaga desa guna membantu mobilisasi selama menjalani pengobatan,” ujar Camat Mumu, Rabu, 1 Juli 2026.
Aksi sigap jajaran Kecamatan Kronjo dan tim medis Puskesmas ini menuai apresiasi positif dari pegiat sosial, Marnan Sarbini.
Ia menilai respons cepat ini adalah contoh nyata sinergi yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memangkas birokrasi dan mempermudah proses pengobatan Juleha, sekaligus menjadi bukti hadirnya negara di tengah kesulitan warga yang membutuhkan bantuan darurat. (*)











