Kebakaran TPA Jatiwaringin,  Pemkab Tangerang Tunggu Bantuan Helikopter Water Bombing

Kebakaran melanda 5 hektar lahan di TPA Jatiwaringin Tangerang akibat gas metan. Pemkab Tangerang evakuasi 62 warga dan siapkan helikopter water bombing. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

MAUK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.

Hingga hari kedua, kobaran api dilaporkan telah menghanguskan sekitar 5 hektar area TPA.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bergerak cepat dengan mengevakuasi puluhan warga yang terdampak asap pekat serta mengupayakan bantuan helikopter water bombing untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan, lluas area yang terbakar mencapai 5 hektar, namun polanya tersebar di beberapa titik (spot).

Kebakaran ini dipicu oleh cuaca ekstrem musim kemarau dan tingginya kandungan gas metan di dalam tumpukan sampah.

“Kejadian ini berawal dari musim kemarau, sehingga ada lokasi di paling tinggi itu timbulannya ada gas metan dan menimbulkan api. Api menjalar karena tiupan angin yang begitu besar,” ujar Maesyal Rasyid saat memberikan keterangan kepada media, Rabu siang, 1 Juli 2026.

Dampak asap tebal yang mengarah ke pemukiman warga di sebelah selatan membuat Pemkab Tangerang langsung mengambil tindakan evakuasi.

Saat ini, sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) dengan total 62 jiwa telah diungsikan ke Kantor Kepala Desa Tanjakan Mekar.

Maesyal memastikan seluruh kebutuhan dasar warga pengungsi telah terpenuhi dengan baik.

“Warga yang terdampak asap kita tempatkan di Kantor Kepala Desa Tanjakan Mekar. Ada 30 KK, jumlah jiwanya 62. BPBD sudah menyiapkan kasur, makanan dan minuman. Dinas Kesehatan dan Puskesmas juga standby di lokasi untuk memeriksa kesehatan warga. Alhamdulillah, saat ini mereka dalam keadaan sehat walafiat,” jelas Bupati.

Selain evakuasi, Dinas Kesehatan bersama jajaran terkait juga telah membagikan masker secara masif kepada masyarakat di sekitar TPA Jatiwaringin guna mengantisipasi infeksi saluran pernapasan (ISPA).

Pemadam kebakaran sempat berhasil menjinakkan api di area bawah yang bisa diakses armada darat. Namun, angin kencang membuat api melompat hingga ke puncak timbunan sampah sebelah utara yang mustahil dijangkau oleh selang pemadam kebakaran darat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Tangerang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah provinsi untuk mengerahkan bantuan udara.

“Kita mengerahkan lebih kurang 15 armada pemadam kebakaran bantuan dari BPBD, DLHK, dan bantuan dari PLTU. Tapi karena puncaknya terlalu tinggi dan selang tidak sampai, kami memerlukan bantuan water bombing. Saat ini ada dua helikopter di Pondok Cabe yang sedang bersiap memasang bucket air. Insyaallah secepatnya datang,” tambahnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari BNPB pusat, termasuk kehadiran perwakilan pusat yang langsung turun ke lapangan untuk mengoordinasikan bantuan helikopter pengebom air tersebut.

Meski kondisi TPA Jatiwaringin sedang dilanda kebakaran, Maesyal menegaskan pelayanan pembuangan sampah untuk wilayah Kabupaten Tangerang tidak dihentikan.

Antisipasi antrean truk sampah telah disiapkan agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan raya.

“Pelayanan kebersihan masih ditampung. Semalam antrean truk sempat mengular sampai jam 2 dini hari. Kami alokasikan lahan parkir yang masih kosong di dalam area TPA untuk menampung sementara sampah-sampah yang baru datang dari dump truck, sehingga tidak membuat crowded di jalan akses luar,” pungkasnya. (*)

 

 

 

Pos terkait