Kasemen Benahi Persoalan Sampah, Bentuk TPS hingga Libatkan Mahasiswa

Camat Kasemen Sugiri

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Kasemen mulai melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah menyusul masih ditemukannya tumpukan sampah liar di sejumlah titik, mulai dari ruas jalan hingga bantaran Sungai Cibanten. Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah kelurahan, RT/RW, serta melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk mengedukasi masyarakat.

Camat Kasemen Sugiri mengatakan, persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Menurutnya, perubahan harus dimulai dari lingkungan masyarakat agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dihentikan.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh lurah agar penanganan sampah dilakukan secara komprehensif. Harapannya tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” kata Sugiri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 1 Juli 2026.

Ia mengakui masih ada sejumlah lokasi di wilayah Kasemen yang menjadi titik pembuangan sampah liar. Kondisi tersebut bahkan sempat menjadi sorotan publik setelah tumpukan sampah di bantaran Sungai Cibanten dan beberapa ruas jalan ramai diperbincangkan.

Sebagai langkah penanganan, pihak kecamatan meminta setiap kelurahan berkoordinasi dengan ketua RT dan RW untuk menentukan sedikitnya tiga titik tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di setiap kampung. Keberadaan TPS dinilai akan memudahkan proses pengangkutan sampah oleh DLH sekaligus mencegah munculnya lokasi pembuangan liar.

Selain itu, Sugiri mendorong kawasan perumahan yang telah memiliki sistem pengelolaan sampah agar tetap mempertahankannya. Sementara di lingkungan perkampungan, warga diharapkan dapat membangun pengelolaan sampah secara swadaya, termasuk mendukung pembiayaan pengangkutan sampah dari TPS menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Tak hanya itu, Kecamatan Kasemen juga menggandeng mahasiswa yang sedang menjalankan program KKM untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya berharap kegiatan KKM tidak hanya menjadi praktik lapangan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Sugiri, mahasiswa dapat berperan melalui berbagai program, mulai dari edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik, penguatan bank sampah, penyediaan tempat sampah, hingga menghadirkan inovasi sederhana dalam pengolahan sampah yang ramah lingkungan.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, Pemerintah Kecamatan Kasemen akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kelurahan, RT/RW, DLH, perguruan tinggi, dan masyarakat agar penanganan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan. (*)

 

 

Pos terkait