CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID – Raissa Anindiya Putri, Siswa berprestasi SMPN 10 Kota Tangerang yang memiliki segudang prestasi akademik dan non-akademik. Ia membuktikan bahwasanya prestasi tidak harus memilih antara bidang akademik ataupun olahraga. Siswi kelas 8 ini baru saja menorehkan prestasi gemilang, dengan menyabet Juara 3 dalam kategori kejuaraan Taekwondo tingkat Internasional.
Langkah Raissa menuju podium juara tidak diraih dalam semalam. Ia mengatakan, persiapan intensif selama dua bulan dilakukan demi mengejar mimpi menembus SMA favorit melalui Jalur Prestasi (Japres). Dimulai sejak bulan Agustus 2025, ia menjalani porsi latihan yang cukup berat untuk menjadi juara di tinggal internasional.
“Kalau yang lain latihan itu pakai target saja. Kita langsung pakai bodi, seperti sparring lawan langsung,” kata Raissa saat diwawancarai oleh bantenekspres.co.id, Kamis 9 April 2026.
Dikatakan Raissa, kejuaraan yang berlangsung selama 3-5 Oktober 2025 di Yogyakarta tersebut diikuti oleh peserta dari 15 negara. Ia menyebut termasuk Iran, Malaysia, Singapura, hingga negara Palestina. Meskipun bertanding di tingkat pemula, atmosfer persaingan tetap terasa ketat, terutama dengan kehadiran kontingen dari negara-negara yang mendominasi seperti Timor Leste.
Selain itu, prestasi Raissa tidak berhenti di matras non-akademik. Di sekolah, ia juga dikenal sebagai sosok yang disebut sebagai julukan ‘paket komplit’. Selain aktif dalam organisasi OSIS yang menjabat sebagai Ketua, Raissa merupakan pemuncak prestasi di kelasnya.
Tak hanya itu, Raissa juga menjadi peringkat pertama kategori siswa dengan nilai tertinggi di kelas dan menjadi peringkat kedua se-angkatan. Bagi Raissa, mengejar prestasi di luar jam pelajaran sekolah adalah sebuah keharusan di masa sekarang. Ia berpesan kepada rekan-rekan sesama pelajar, agar terus mencari potensi diri di bidang non-akademik.
“Harapannya, kalau latihannya rajin, semoga nanti bisa masuk Popda (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) saat SMA,” ungkapnya dengan nada optimis.
Kisah Raissa pun menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa dedikasi, kedisiplinan, dan manajemen waktu yang baik adalah kunci untuk menguasai dua dunia sekaligus, prestasi akademik yang cemerlang dan kemampuan atletik yang diakui dunia internasional. (*)
Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi











