Jelang TKA, SDN Cipondoh 1 Siapkan Fasilitas Baru dan Simulasi Intensif

SD Negeri Cipondoh 1 Kota Tangerang yang berlokasi di Jalan KH. Hasyim Ashari, Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Foto: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Bantenekspres.co.id

CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menjelang pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), SDN Cipondoh 1 menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut ajang pemetaan mutu pendidikan tersebut. Mengingat jumlah peserta didik yang cukup besar, sekolah ini telah merancang strategi khusus agar pelaksanaan berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Abdul Karim, Operator SDN Cipondoh 1, menjelaskan bahwa sekolah akan membagi pelaksanaan TKA ke dalam dua gelombang selama empat hari. Keputusan ini diambil karena total siswa kelas 6 mencapai 110 orang yang terbagi dalam empat rombongan belajar (rombel), mulai dari kelas 6A hingga 6D.

Bacaan Lainnya

“Kita adakan dua gelombang selama empat hari karena murid kita banyak. Gelombang pertama dijadwalkan pada 20-21 Mei, disusul gelombang kedua pada 22-23 Mei,” ujar Karim saat diwawancarai oleh bantenekspres.co.id, Rabu 8 April 2026.

Salah satu poin utama kesiapan SDN Cipondoh 1 yaitu pembaruan sarana dan prasarana. Sekolah kini memiliki ruang laboratorium komputer dengan 16 unit perangkat baru, yang terdiri dari 15 komputer klien dan satu komputer proktor.

Kesiapan ini pun tidak lepas dari pengawasan ketat Pemerintah Kota Tangerang. Sebelum memasuki masa libur Idulfitri, tim utusan dari kota telah melakukan pengecekan mendalam ke sekolah-sekolah untuk memastikan standar pelayanan terpenuhi.

“Alhamdulillah, kesiapan unit dan tempat semuanya baru, jadi tidak ada kendala sarana prasarana. Semua dikontrol langsung oleh kota,” tambahnya.

Selain fasilitas fisik, kesiapan mental dan akademik siswa juga menjadi prioritas. Pihak sekolah berkolaborasi dengan guru kelas untuk melatih siswa mengerjakan soal-soal TKA yang bersumber dari internet. Bahkan, setiap hari Sabtu, siswa kelas 6 diberikan sesi khusus untuk berlatih secara digital menggunakan perangkat seluler mereka.

“Kepala sekolah juga mengimbau guru kelas untuk melatih anak-anak melalui web. Di hari Sabtu, siswa membawa HP untuk mengerjakan latihan soal secara mandiri agar mereka terbiasa,” jelasnya.

Meski persiapan sudah matang, Abdul Karim menaruh harapan besar agar regulasi mengenai TKA kedepannya lebih konsisten dan paten. Ia mencatat perubahan fungsi nilai TKA, yang awalnya untuk masuk SMP Negeri kini menjadi rapor pendidikan sekolah, hal ini pun sempat menimbulkan kebingungan di kalangan orang tua dan pihak sekolah.

Ia berharap ke depannya tidak ada lagi perubahan aturan secara mendadak, terutama saat proses pendaftaran sudah ditutup, demi melindungi hak-hak siswa dan menjaga kredibilitas nilai rapor sekolah. (*)

Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi

Pos terkait