Kemenkes Minta Daerah Waspada Virus Nipah dari India, Kadinkes Tangerang: Belum Ada Kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi. foto: dok. pribadi. 

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, hingga kini belum ditemukan kasus Virus Nipah.

 

Bacaan Lainnya

Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Virus Nipah, menyusul terkonfirmasinya kasus di Negara Bagian West Bengal, India.

 

Berdasarkan laporan situasi Kemenkes RI per 28 Januari 2026, otoritas kesehatan India mengonfirmasi dua kasus positif Virus Nipah yang menyerang tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit swasta di Barasat, Distrik North 24 Parganas, West Bengal.

 

“Untuk Kabupaten Tangerang, sampai saat ini belum ada laporan ataupun temuan kasus Virus Nipah. Namun kami tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai arahan Kementerian Kesehatan,” katanya, Jumat, 30 Januari 2026.

 

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, agar memperkuat deteksi dini dan surveilans penyakit menular, khususnya terhadap pasien dengan gejala demam tinggi, gangguan pernapasan, maupun gangguan saraf.

 

Dalam laporan Kemenkes RI disebutkan, dua kasus konfirmasi di India merupakan perawat berusia 25 tahun. Satu pasien dilaporkan dalam kondisi kritis dan menggunakan ventilator, sementara satu lainnya menunjukkan kondisi perbaikan. Selain itu, terdapat tiga kasus suspek tambahan yang masih dalam pemantauan.

 

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun antarmanusia, dengan tingkat kematian yang tinggi, yakni 40 hingga 75 persen. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik untuk penyakit tersebut.

 

“Kami pun belum terima surat resmi dari kemenkes akan virus Nipah. Kami minta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah melakukan perjalanan ke negara terjangkit. Kami minta tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.(*)

 

Reporter: Asep Sunaryo

Pos terkait