Jasad Pemuda yang Tenggelam di Sungai Cimanceuri Tangerang Akhirnya Ditemukan Tim SAR Gabungan

Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad Muhidin (23), pemuda asal Desa Lontar yang tenggelam di Sungai Cimanceuri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Foto: Polairud Polresta Tangerang

KEMIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad Muhidin (23), pemuda asal Desa Lontar yang tenggelam di Sungai Cimanceuri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.

 

Bacaan Lainnya

Jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis, 29 Januari 2026, dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian besar-besaran yang melibatkan perangkat desa, warga setempat, Basarnas, BPBD, Polri, hingga personel TNI AL.

 

Kepala Desa Lontar Dodi Rissi Slamet mengonfirmasi bahwa korban ditemukan sekitar 300 meter dari titik awal ia dilaporkan tercebur.

 

“Alhamdulillah, pada hari kedua pencarian pukul 14.30 WIB, jenazah ditemukan di daerah Sungai Cimanceuri oleh tim gabungan. Lokasinya sekitar 300 meter dari tempat korban tercebur,” ujar Dodi, saat dikonfirmasi, Jumat, 30 Januari 2026.

 

Dalam proses pencarian tersebut, tim gabungan menggunakan berbagai metode, mulai dari teknik bending (memutar-mutar air) menggunakan dua perahu karet, penggunaan alat ultra sonar untuk mendeteksi objek di bawah air, hingga penyisiran manual menggunakan perahu nelayan setempat.

 

Setelah dievakuasi, jenazah Muhidin langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Selatip, Desa Lontar, untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.

 

Berdasarkan laporan dari Kasat Polairud Polresta Tangerang Kompol Sri Raharja, kejadian nahas ini bermula pada Selasa malam, 27 Januari 2026. Korban diketahui sempat mengonsumsi minuman keras bersama rekan-rekannya di sebuah gubuk di pinggir sungai.

 

Sekitar pukul 22.30 WIB, saat kondisi hujan deras, korban mengajak seorang rekan wanitanya berinisial L untuk naik ke atas perahu yang sedang bersandar. Saksi di lokasi sempat mendengar korban bercanda dengan berkata, “Udah ayo bangun, kalau nggak bangun saya ceburin nih.”

 

Tak lama berselang, keduanya terpeleset dan tercebur ke dalam sungai yang arusnya cukup deras. Rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut segera berusaha menolong. L berhasil diselamatkan setelah sempat hanyut sejauh 15 meter, namun Muhidin hilang ditelan arus hingga ditemukan dua hari kemudian.

 

Kasat Polairud Kompol Sri Raharja mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan korban yang ada di lokasi saat kejadian.

 

“Kami sudah melakukan klarifikasi terhadap pelapor dan saksi-saksi. Koordinasi dengan Tim SAR dan Sat Pol Air terus dilakukan sejak laporan masuk hingga korban ditemukan,” ungkap Kompol Sri Raharja.

 

Pihak berwenang mengimbau warga untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat cuaca buruk dan dalam kondisi yang tidak stabil. (*)

 

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait