SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bakal menjalin kerjasama dengan Kurma Adzwa Farm yang ada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Dari hasil kerjasama ini, nantinya bakal disiapkan program beasiswa bagi warga desa, untuk bisa menjadi mahasiswa di Jepang yang kuotanya akan mencapai 45 ribu orang.
Diketahui, Kurma Adzwa Farm ini merupakan peternakan domba terintegrasi modern yang berdiri sejak 2021, yang fokus pada kualitas domba, pengelolaan ramah lingkungan, dan pemanfaatan limbah organik.
Mendes PDTT Yandri Susanto mengatakan, kerjasama dengan Kurma Adzwa Farm ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di desa, khususnya pemuda desa yang telah menyelesaikan pendidikannya dan ingin melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi.
Sehingga, akan dibuatkan program beasiswa ke Jepang menempuh pendidikan perguruan tinggi di universitas ternama disana, dan setelah selesai bisa langsung bekerja di Kurma Adzwa Farm selama lima tahun dengan gaji yang besar.
“Kemendes akan kerjasama dengan Kurma Adzwa Farm, untuk memberdayakan pemuda di tingkat desa, yang lebih hebat lagi kita ingin pemuda desa menjadi mahasiswa. Nanti akan ada beasiswa ke Jepang, per orang Rp250 juta dan mereka juga langsung bekerja selama lima tahun magang dengan gaji yang sangat besar,” katanya kepada wartawan usai meninjau, PT. Malindo Feedmill peternakan ayam petelur Omega, di Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Rabu 28 Januari 2026.
Yandri meminta, pemerintah desa se Indonesia khususnya di Kabupaten Serang menyambut baik program tersebut, karena bakal dijadikan salah satu percontohan untuk nanti kalau sudah berhasil, bisa dijadikan contoh ke desa lainnya.
“Saya kira harus disambut baik oleh desa-desa yang ada di Serang, nanti ada pertemuan dengan seluruh kepala desa untuk memastikan kerjasama dengan bupati bisa berjalan,” ujarnya.
Dikatakan Yandri, kuota beasiswa yang akan dibuka sebanyak 45 ribu, yang diharapkan untuk Kabupaten Serang bisa memenuhinya hingga 5 ribu sampai 10 ribu orang.
Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi supaya bisa mendapatkan beasiswa tersebut, salah satunya wajib bisa menguasai bahasa Jepang.
“Pendidikannya bagus, tapi ada syarat mesti bisa bahasa Jepang. Sehingga, pemerintah daerah harus memenuhinya seperti buat pelatihan bahasa Jepang, ketika mereka pulang punya skill yang bagus,” ucapnya.
Yandri berharap, dengan adanya beasiswa ini bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia, karena ketika selesai akan bisa langsung bekerja dengan kemampuan yang dimilikinya.
“Jangan sampai mereka jadi pengangguran lagi, kita akan memetakan potensi yang ada setelah mereka selesai kuliah mau jadi apa,” tuturnya. (*)











