TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Menyusul viralnya video dugaan BBM jenis Pertalite tercampur air di salah satu SPBU kawasan Gerbang Suvarna, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa pengujian kualitas BBM bukan menjadi kewenangan pihaknya.
Kepala Bidang Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Tangerang Ferry Saputra menjelaskan, persoalan yang ramai diperbincangkan tersebut masuk dalam ranah kualitas BBM, yang bukan menjadi kewenangan pihaknya.
“Kalau merujuk pada video yang beredar, itu diduga menyangkut kualitas BBM, apakah tercampur air atau tidak. Untuk hal tersebut, Disperindag melalui Metrologi Legal tidak melakukan pengujian kualitas BBM,” katanya, Sabtu 24 Januari 2026.
Ia menegaskan, tugas utama Bidang Metrologi Legal Disperindag terbatas pada pengawasan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP), khususnya di SPBU. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan konsumen mendapatkan haknya sesuai ketentuan.
“Yang kami pastikan di SPBU adalah aspek metrologinya, seperti keakuratan takaran pada nozzle, apakah 1 liter benar-benar 1 liter, segel tera masih utuh, dan tidak ada kecurangan dalam volume penyaluran BBM,” jelasnya.
Lanjutnya, bila ditemukan indikasi terkait kualitas BBM, termasuk dugaan tercampur air, maka penanganannya menjadi kewenangan instansi teknis lain yang memiliki otoritas dalam pengujian mutu bahan bakar.
“Soal kualitas BBM itu kewenangan instansi lain. Dari sisi kami, pengawasan metrologi tetap berjalan untuk memastikan tidak ada pelanggaran terkait alat ukur di SPBU,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan Bantenekspres.co.id, sebuah video yang memperlihatkan dugaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tercampur air beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi usai pengisian BBM di SPBU Pertamina 34-15705 Jalan Raya Pasar Kemis, Cikupa, Kabupaten Tangerang, tepatnya di depan gerbang masuk kawasan Suvarna Sutera.
Dalam video berdurasi 1 menit 41 detik itu, tampak seorang pria mengenakan baju hitam membuka kap mobil dan menyalakan mesin. Cairan bensin kemudian dialirkan ke dalam botol plastik bekas air mineral untuk dilakukan pembuktian.
Hasilnya, cairan yang keluar terlihat terpisah menjadi dua lapisan warna. Bagian atas berwarna hijau menyerupai warna Pertalite, sementara bagian bawah berwarna putih keruh yang diduga merupakan air.(*)








