Sachrudin Resmikan Festival Budaya 2025, Donasi Rp477 Juta untuk Sumatera-Aceh

Sachrudin Resmikan Festival Budaya 2025, Donasi Rp477 Juta untuk Sumatera-Aceh
Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono, Sekda Herman Suwarman serta Kadisbudpar Boyke Urif Hermawan membuka Festival Budaya 2025. Jumat (5/12). Foto Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangerang Sachrudin resmi membuka Festival Budaya Kota Tangerang 2025 bertajuk ‘Benteng Culture Festival‘ yang digelar pada 5–7 Desember 2025. Acara yang berlangsung tiap tahun ini kembali menjadi ruang perayaan keberagaman budaya yang hidup di Kota Tangerang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Dalam sambutannya, Sachrudin menyambut tamu undangan dari berbagai daerah, termasuk rombongan dari Sulawesi Utara seperti Bupati Parigi Moutong beserta jajaran, serta perwakilan dari Kabupaten Morowali, Kota Palu, dan sejumlah daerah lainnya.

Bacaan Lainnya

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tangerang, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih telah hadir, meluangkan waktu serta menempuh jarak untuk turut menyaksikan kemeriahan festival budaya ini,” ujar Sachrudin. Jum’at 5 Desember 2025 malam WIB.

Tangerang sebagai Kota Multikultural

Sachrudin Resmikan Festival Budaya 2025, Donasi Rp477 Juta untuk Sumatera-Aceh
Kemeriahan Pembukaan Festival Budaya 2025 Jum’at (5/12) malam

Sachrudin menyampaikan bahwa Kota Tangerang sejak lama menjadi ruang pertemuan berbagai kebudayaan, mulai dari tradisi Tionghoa Benteng atau Cina Benteng (Ciben), budaya Betawi, pengaruh Sunda, hingga budaya dari berbagai daerah lain seiring pertumbuhan kota.

“Sebagai kota metropolitan yang heterogen, perbedaan justru menjadi perekat persatuan dalam mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Ia menegaskan, identitas Kota Tangerang sebagai kota multikultural terbentuk dari masyarakat yang mampu menjaga harmoni, menjunjung toleransi, dan merawat keberagaman sebagai kekuatan.

Kebudayaan sebagai Haluan Pembangunan

Mengutip amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Sachrudin menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi pembangunan nasional.

“Festival Budaya Kota Tangerang bukan hanya tontonan seni dan hiburan, tetapi ruang dialog antarbudaya serta momentum menanamkan nilai luhur untuk generasi mendatang,” lanjutnya.

Aksi Solidaritas untuk Korban Bencana

Dalam rangkaian festival, Pemerintah Kota Tangerang juga membuka donasi bagi korban banjir dan longsor di wilayah Sumatera dan Aceh. Sachrudin menyebutkan, total donasi yang diserahkan jajaran Pemkot Tangerang mencapai Rp 477.354.000,-.

“Semoga langkah kecil ini menjadi wujud nyata solidaritas serta menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Sachrudin membuka acara secara resmi. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Festival Budaya Kota Tangerang Tahun 2025 saya nyatakan dibuka,” ucap Sachrudin.

Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menambahkan, gelaran Festival Budaya diharapkan dapat menjadi wadah ekspresi seni, kreativitas dan pelestarian tradisi lokal yang menggambarkan kekayaan budaya Kota Tangerang.

Disbudpar melibatkan ribuan peserta dari berbagai komunitas seni, sekolah, serta masyarakat umum. Festival ini menargetkan terciptanya ruang interaksi budaya yang inklusif dan meriah.

”Selama tiga hari pelaksanaan, Benteng Culture Festival akan menghadirkan rangkaian kegiatan mulai dari kompetisi seni, pertunjukan musik tradisional, parade budaya, hingga penampilan spesial dari musisi nasional,” kata Boyke.

Penyelenggaraan festival tahun ini, lanjut Boyke, diklaimnya akan meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui partisipasi masyarakat.

”Festival ini diharapkan menjadi ruang apresiasi budaya serta mempererat kebersamaan masyarakat. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis,” pungkasnya.

Festival Budaya 2025 ‘Benteng Culture Festival’ selama tiga hari tersebut akan menghadirkan berbagai pertunjukan seni, pameran budaya, kuliner khas nusantara, hingga pentas komunitas yang melibatkan ribuan peserta dari dalam dan luar kota. (*).

Pos terkait