Hery menambahkan, dirinya tetap berkomitmen untuk mempertahankan kegiatan yang dilakukan para siswa. Ia meyakini bahwa pembiasaan salat berjamaah memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter siswa yang disiplin, rendah hati, dan taat beribadah. Dirinya pun meneruskan warisan kepala sekolah sebelumnya yang telah membangun fondasi kebiasaan tersebut.
”Seorang petani akan merasa bahagia ketika melihat tanamannya tumbuh subur dan berbuah lebat. Begitu pula saya sebagai kepala sekolah, kebahagiaan sejatinya adalah ketika saya melihat anak didik saya tumbuh dalam kebiasaan yang baik diiringi oleh para guru yang ikhlas mendampingi mereka menuju jalan kebaikan,” paparnya.
Ia menjelaskan, SMPN 4 Tigaraksa tidak mengharap apresiasi dari pimpinan atau pemerintah. Mereka yakin bahwa tugas utama seorang guru adalah menjadi contoh yang baik, karena keteladanan adalah pendidikan paling efektif.
”Dengan niat yang tulus dan konsistensi dalam mendidik, kebiasaan baik ini akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Artinya, akan terus menerus dan pastinya siswa akan terbiasa dimanapun mereka berada. Dan ini sebuah kebanggaan besar bagi kami khususnya saya yang melihat langsung proses anak didik saya berkembang lebih baik lagi,”tutupnya.(ran)











