TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menyambut perayaan Hari Santri tahun 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang menggelar kampanye dan penyuluhan kesehatan ke setiap lingkungan pondok pesantren. Program ini menyasar total 128 pondok pesantren yang tercatat di Kota Tangerang guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan bebas rokok.
Kepala Kemenag Kota Tangerang, Iin Solihin mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para santri, baik santriwan maupun santriwati, agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun kebersihan lingkungan pesantren.
“Alhamdulillah, apa yang kami programkan didukung luar biasa oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan,” kata Iin Solihin, usai kegiatan penyuluhan kesehatan di Pondok Pesantren Assa’adah, yang berlokasi di bilangan Kecamatan Periuk, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menuturkan, penerapan pola hidup sehat ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang berkualitas tinggi. Para santri diproyeksikan tidak hanya unggul secara ilmu keagamaan, tetapi juga siap menjadi calon-calon pemimpin bangsa di masa depan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan peran aktif Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat yang wilayah kerjanya menaungi pondok pesantren. Edukasi yang diberikan mencakup pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penegasan mengenai kawasan tanpa rokok di lingkungan pondok pesantren.
Menurut Iin, menanamkan budaya bersih bukanlah hal yang instan dan membutuhkan edukasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kehadiran tenaga kesehatan dari Puskesmas sangat penting untuk memberikan pemahaman yang terarah.
Ia juga berharap, melalui kampanye kesehatan di lingkungan pondok pesantren ini diharapkan adanya perubahan pola hidup yang signifikan di lingkungan santri dengan memerhatikan kebersihan lingkungan ponpes maupun dalam menjaga kesehatan dirinya sendiri.
“Diharapkan setelah kampanye ini ada perubahan pola hidup di kalangan santri, yang tadinya mungkin masih ada yang belum aware terhadap kesehatan diri sendiri, setelah kampanye ini bisa lebih aware sehingga kesehatannya tetap terjaga dan lingkungannya juga bersih dan asri memberikan kenyamanan,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang Amir menambahkan, bahwa kesehatan fisik yang prima merupakan fondasi utama bagi santri dalam menimba ilmu dan meraih prestasi.
Melalui penyuluhan ini, kata Amir, para santri diberikan pemahaman mendalam mengenai berbagai aspek kesehatan, termasuk bahaya merokok serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan asrama dan ruang belajar. Dengan kualitas kesehatan yang terjaga dengan baik, para santri diharapkan dapat berpikir secara optimal dan melaksanakan proses pendidikan dengan hasil yang maksimal.(*)












