TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Noer Hassan Wirajuda, mengingatkan pentingnya menjadikan perubahan iklim sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Tangerang.
Bagi Noer Hassan, perubahan wajah Tangerang bukan sekadar persoalan perkembangan kota, melainkan juga menyangkut kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.
Ia mengenang suasana Tangerang pada masa kecilnya yang masih sejuk dan jauh dari tingkat polusi seperti yang dirasakan sekarang.
“Dulu Tangerang udaranya sejuk, air sungainya masih bersih. Bahkan, suara drumband dari kejauhan masih bisa terdengar,” kata Noer Hassan saat Peringatan HUT Kabupaten Tangerang di DPRD Kabupaten Tangerang, Selasa 13 Oktober 2026.
Pertumbuhan kawasan permukiman, aktivitas ekonomi, dan pembangunan infrastruktur, kata Noer Hassan, perlu dibarengi dengan keberadaan ruang terbuka hijau serta daya dukung lingkungan.
Ia juga menyinggung penelitian Profesor Okamoto dari Universitas Tokyo yang, menurut pemaparannya, memprediksi suhu di Pulau Jawa, termasuk Tangerang, berpotensi mencapai 40 derajat Celsius dalam sepuluh tahun ke depan.
“Kalau ruang terbuka hijau terus berkurang, kita perlu mengantisipasi dampaknya terhadap suhu dan kualitas lingkungan,” ucapnya.
Selain persoalan lingkungan, Noer Hassan menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan masyarakat Tangerang. Ia menceritakan perjalanan pendidikannya hingga memperoleh kesempatan belajar di University of Oxford, Fletcher School, Harvard University, dan University of Virginia.
Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan karier diplomatiknya selama lebih dari empat dekade, termasuk sembilan tahun menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
“Pendidikan membuka kesempatan yang sangat luas. Karena itu, anak-anak Tangerang harus mendapatkan peluang untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka,” ucapnya.
Ia menyambut baik program beasiswa Tangerang Gemilang, termasuk kolaborasi dengan Universitas Prasetiya Mulya yang menyediakan kesempatan kuliah gratis dan dukungan biaya hidup bagi penerima sesuai ketentuan program.
Menurutnya, akses pendidikan perlu dilengkapi dengan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pemerintah daerah didorong memperkuat pendidikan vokasi di bidang pertanian, perikanan, teknik, serta sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
Langkah ini dinilai penting agar generasi muda tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang dapat digunakan untuk menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.
“Anak-anak muda kita harus dipersiapkan dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia. Jangan sampai peluang yang tersedia di tingkat global tidak bisa kita manfaatkan karena kurangnya persiapan,” katanya. (*)











