CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Desa (Pemdes) Curug Wetan, Kecamatan Curug, terus mendorong masyarakat untuk membangun ketahanan pangan di wilayah desa. Langkah tersebut dilakukan tidak hanya untuk menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kemandirian dan perekonomian masyarakat.
Kepala Desa Curug Wetan Muhamad Sobri mengatakan, ketahanan pangan menjadi salah satu hal penting yang perlu terus dikembangkan di tengah berbagai kondisi yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga perlu didorong agar mampu menghasilkan kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus menjadikannya sebagai peluang usaha.
“Kami terus mengajak masyarakat untuk membangun ketahanan pangan di lingkungan masing-masing. Harapannya, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan tersebut,” ujar Sobri kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 6 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pembinaan terhadap masyarakat dalam bidang ketahanan pangan sebenarnya sudah dilakukan sejak masa pandemi Covid-19. Saat itu, Pemdes Curug Wetan mulai mendorong warga untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai salah satu langkah menghadapi kondisi yang tidak menentu.
“Sejak masa Covid-19, kami sudah mulai memberikan pembinaan dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada. Kami ingin masyarakat memiliki kemampuan untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah masyarakat saat ini telah menjalankan kegiatan ketahanan pangan secara berkelanjutan, di antaranya melalui budidaya ikan lele dan tanaman sayuran.
“Alhamdulillah, sekarang sudah ada masyarakat yang menjalankan budidaya ikan lele dan sayuran. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan bisa memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sobri menambahkan, kegiatan ketahanan pangan juga memiliki nilai ekonomi. Hasil budidaya yang dilakukan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun dikembangkan menjadi usaha yang memberikan tambahan pendapatan.
“Kami ingin ketahanan pangan ini tidak berhenti hanya pada kegiatan menanam atau memelihara ikan. Kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa dikembangkan menjadi usaha masyarakat sehingga memberikan dampak terhadap perekonomian keluarga,” jelasnya.
Pemdes Curug Wetan, lanjut Sobri, akan terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada masyarakat yang sudah menjalankan kegiatan ketahanan pangan maupun warga yang baru ingin memulainya.
“Kami terbuka bagi masyarakat yang ingin memulai kegiatan ketahanan pangan. Silakan berkoordinasi dengan pemerintah desa, nanti kami akan membantu dalam proses pembinaan dan memberikan arahan sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tuturnya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan begitu, ketahanan pangan dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri dan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian desa.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa bergerak bersama. Kami dari pemerintah desa akan terus mendampingi, karena tujuan akhirnya adalah masyarakat semakin mandiri, kebutuhan pangan bisa terpenuhi dan ekonomi keluarga juga ikut meningkat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan










