CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID — SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh, sejak 2025 menerapkan pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Project. Pada ASTS Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 ini, SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh menerapkan ASTS Project dengan beragam kreatifitas peserta didiknya.
Ketua Panitia Project ASTS Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027, Nurhayati mengatakan, SMP Muhammadiyah 4, ASTS Project ini warna baru yang berbeda dari penilaian pada umumnya. Tidak hanya berfokus pada ujian tertulis secara kognitif, pihak sekolah juga mengintegrasikan berbagai bentuk praktikum, kreativitas, serta kepekaan sosial bagi para siswa dari kelas 7 hingga kelas 9.
“ASTS Project ini dirancang untuk membuka wawasan siswa agar tidak semata-mata terpaku pada aspek teoretis, melainkan juga mengaplikasikannya secara langsung dalam kehidupan nyata,” kata Nurhayati saat ditemui, Selasa, 6 Oktober 2026.
Nurhayati memaparkan, untuk siswa kelas 7 dilatih mengolah bahan daur ulang minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi bernilai seni tinggi. Di bawah bimbingan guru dan referensi pengolahan kreatif, siswa berinovasi dari segi bentuk, wadah, hingga pengemasan akhir yang menarik.
“Minyak jelantah ini kan hitam, ada bahan campuran kimia agar tidak bau dan menjadi bening. Mereka berkreasi untuk membuat produk lilin aromaterapi. Nah bentuk kreasinya mereka berimprovisasi,” paparnya.
Selain itu, untuk siswa kelas 8 bekerja dalam kelompok beranggotakan masing-masing enam orang untuk memanfaatkan bahan bekas seperti kardus. Mereka berkreasi merancang berbagai bentuk miniatur rumah adat nusantara, seperti Rumah Toraja, Rumah Adat Minang, hingga Rumah Adat Irian.
“Pembuatannya tetap di sekolah,mereka juga didampingi guru pembimbing,” ujarnya.
Sedangkan siswa kelas 9, mereka per kelompok terjun langsung ke lapangan untuk mengasah kepekaan sosial. Mereka mendatangi sekitar 14 masjid dan musala di wilayah Kecamatan Cipondoh guna melakukan observasi, wawancara mendalam dengan pengurus masjid, serta kerja bakti membersihkan fasilitas ibadah.
“Mereka juga kita minta untuk menyalurkan bantuan untuk mabot Masjid atau Musolah berupa paket sembako, dan Alhamdulillah orang tua mereka sangat mendukung. Masing-masing siswa ada yang bawa minyak, telur, gula, mie instansi dan lainnya yang nantinya diberikan kepada marbot masjid,” bebernya.
Nurhayati menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan praktikum dan proyek ini masuk ke dalam komponen penilaian rapor yang akan dibagikan pada tanggal 16 Oktober mendatang.
Penilaian dilakukan secara individual berdasarkan keaktifan, kreativitas, serta kemampuan siswa dalam mempertanggungjawabkan hasil kerja mereka.
“Kami berharap anak-anak memiliki wawasan keilmuan yang lebih luas, pengalaman di luar kelas, serta keterampilan praktik yang dapat diterapkan di masa depan,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan ASTS berbasis proyek ini, SMP Muhammadiyah 4 Cipondoh optimis dapat terus mencetak generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (*)
Reporter : Abdul Aziz









