TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID -Sebanyak 1,08 juta warga Kota Tangerang telah menjalani program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tingginya partisipasi tersebut mendapat perhatian Komite III DPD RI yang mendorong hasil pemeriksaan tidak berhenti pada pencatatan, tetapi ditindaklanjuti dengan pengobatan bagi warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan.
Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja Komite III DPD RI dalam rangka inventarisasi materi pengawasan pelaksanaan program CKG di RSUP Dr Sitanala, Kota Tangerang, Senin (5/10).
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, hingga Agustus 2026 sekitar 1.080.000 warga dari total 1,9 juta masyarakat Kota Tangerang telah memanfaatkan layanan CKG. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
“CKG bukan hanya program pemeriksaan kesehatan semata, yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, kemudian mendapatkan penanganan dan pendampingan yang tepat,” kata Sachrudin saat memberikan sambutan, Senin (5/10).
Dikatakannya, untuk memperluas akses layanan, Pemkot Tangerang mengoptimalkan 39 Puskesmas. Pelaksanaan CKG juga dilakukan dengan sistem jemput bola, tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi menyasar sekolah, lingkungan masyarakat, tempat kerja, komunitas hingga berbagai kegiatan masyarakat.
Sachrudin menegaskan, jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan CKG. Menurutnya, hasil pemeriksaan harus menjadi dasar untuk menentukan penanganan selanjutnya.
Ketika ditemukan warga dengan tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, persoalan gizi, kesehatan gigi maupun gangguan kesehatan lainnya, masyarakat harus mendapatkan informasi dan tindak lanjut yang jelas, mulai dari edukasi, pengobatan, pemantauan hingga rujukan.
“Temuan yang diperoleh harus menjadi dasar menentukan langkah selanjutnya, mulai dari edukasi, pengobatan, pemantauan, hingga rujukan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Sachrudin menambahkan, data hasil CKG juga memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat Kota Tangerang. Data tersebut dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi lebih lanjut.
“Data ini penting karena kebijakan kesehatan tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kita perlu tahu masalahnya, siapa yang membutuhkan, dan apa yang harus dilakukan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mengatakan, Provinsi Banten menjadi salah satu daerah yang dipilih dalam agenda pengawasan karena memiliki tingkat partisipasi CKG yang tinggi. Berdasarkan data yang diterimanya, Banten berada di peringkat kedua secara nasional dalam pelaksanaan program tersebut.
“Hari ini Komite III melaksanakan tugas pengawasan terkait salah satu program Kementerian Kesehatan yaitu pengecekan kesehatan gratis. Provinsi Banten ini secara statistik peringkat kedua secara nasional dalam melaksanakan program ini,” kata Filep.
Menurut Filep, pelaksanaan CKG perlu diikuti kesiapan layanan kesehatan lanjutan. Sebab, pemeriksaan akan menjadi kurang optimal apabila warga yang ditemukan memiliki penyakit tidak mendapatkan penanganan setelah mengetahui hasil pemeriksaannya.
“Apa artinya pengecekan kesehatan gratis, tapi kalau kemudian hanya angka, tapi tidak ada tindak lanjut daripada pengecekan gratis,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah memperkuat Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Selain pemeriksaan dan pengobatan, Puskesmas dinilai memiliki peran penting dalam memberikan edukasi agar masyarakat semakin sadar terhadap kondisi kesehatannya.
Filep juga mendorong peningkatan dukungan anggaran kesehatan. Menurutnya, penguatan anggaran dibutuhkan agar program CKG dapat berjalan optimal, termasuk memastikan warga memperoleh pelayanan setelah ditemukan memiliki masalah kesehatan.
“Kita berharap anggaran kesehatan itu harus dinaikkan. Ya minimal untuk menjawab persoalan kesehatan di setiap daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Kota Tangerang dalam mengikuti CKG. Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah daerah dalam mengampanyekan dan menggerakkan berbagai unsur untuk mendorong masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan.
“Kota Tangerang ini partisipasinya sangat tinggi juga. Ini berkat peran pemerintah kotanya mengampanyekan, menggerakkan semua instrumennya untuk masyarakatnya dicek kesehatan gratis,” kata Dimyati.
Dimyati mengatakan, CKG merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sejak dini. Dengan pemeriksaan tersebut, persoalan kesehatan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya dapat segera dilakukan.
“CKG itu tujuannya adalah preventif. Preventif better than cure. Kalau sudah sakit kan repot, maka dari awal ini kita deteksi dini,” pungkasnya. (*)











