Festival Situ Gede Digelar Sebulan, Dongkrak Wisata dan UMKM Kota Tangerang

Festival Situ Gede Digelar Sebulan, Dongkrak Wisata dan UMKM Kota Tangerang
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan membuka Festival Situ Gede, Jumat malam (2/10). Dhuyuf/Banten Ekspres

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Festival Situ Gede 2026 kembali digelar untuk menghidupkan kawasan Situ Gede, Kota Tangerang. Berlangsung selama sebulan, 1 hingga 31 Oktober 2026, festival ini menghadirkan beragam kesenian Betawi, hiburan rakyat, bazar UMKM hingga berbagai kegiatan bagi masyarakat.

Festival resmi dibuka pada Jumat malam 2 September 2026. Selain menjadi ruang hiburan, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong Situ Gede menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Tangerang sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan mengatakan, Festival Situ Gede merupakan hasil kolaborasi pemerintah, komunitas dan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah ini dilaksanakan dalam kurun waktu satu bulan, sepanjang bulan Oktober. Mudah-mudahan Festival Situ Gede bisa meriah dan sukses,” ujar Boyke saat membuka festival.

Menurut Boyke, Situ Gede memiliki potensi besar dikembangkan sebagai kawasan wisata karena berada di lokasi strategis dan memiliki akses yang mudah. Bahkan, kawasan tersebut dinilai telah memenuhi unsur 3A pariwisata, yakni accessibility, amenity, dan attraction.

Dari sisi aksesibilitas, Situ Gede berada di dekat Jalan Sudirman dan mudah dijangkau melalui sejumlah moda transportasi, termasuk jalan tol, kereta api dan Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara dari sisi amenity, berbagai fasilitas pendukung seperti kuliner, hotel, pusat perbelanjaan dan fasilitas pendidikan tersedia di sekitar kawasan tersebut.

Sedangkan unsur attraction, kata Boyke, salah satunya diwujudkan melalui Festival Situ Gede yang menghadirkan seni budaya, musik, kuliner UMKM hingga wahana permainan.

“Festival Situ Gede menjadi bagian dari atraksi yang dihadirkan teman-teman Pokdarwis. Ada live music, jajanan UMKM kuliner ekonomi kreatif, bahkan ada wahana permainan,” katanya.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan Situ Gede membutuhkan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten. Sebab, kewenangan pengelolaan situ berada di tingkat provinsi.

Boyke berharap kolaborasi pemerintah kota dan provinsi terus diperkuat agar potensi sejumlah situ di Kota Tangerang dapat dikembangkan secara optimal. Selain Situ Gede, terdapat Situ Cipondoh dan Situ Bulakan yang juga dinilai memiliki potensi wisata.

“Situ Gede ini berada di jantung kota. Kami dari pemerintah kota tidak bisa mengintervensi secara menyeluruh karena kewenangannya ada di tingkat provinsi. Tapi alhamdulillah Pak Wali Kota bersama Pak Gubernur Banten sudah sering berdiskusi untuk mengembangkan situ-situ yang kewenangannya provinsi tetapi berada di Kota Tangerang,” jelasnya.

Ke depan, Disbudpar juga membuka peluang menghadirkan wisata air di Situ Gede, seperti perahu kano dan gondola. Namun, aspek keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan utama.

“Insyaallah nanti kalau memungkinkan, perahu kano dan perahu gondola bisa kita pakai juga buat di Situ Gede. Cuma memang safety dan keselamatannya harus diperhitungkan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Lima Situ Gede, Rosyadi mengatakan, Festival Situ Gede 2026 diisi berbagai agenda sepanjang Oktober. Di antaranya musik Betawi, lenong, hiburan rakyat, bazar UMKM, serta lomba melukis dan menggambar untuk anak-anak TK dan SD.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menggali kebudayaan lokal yang belum banyak diangkat.

Ia berharap festival tersebut mampu memperkuat posisi Situ Gede sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Manfaatkan Festival Situ Gede 2026 ini sebagai ruang ekspresi dan wadah komunitas untuk menggerakkan pariwisata, meningkatkan jumlah kunjungan, serta menggerakkan ekonomi dan UMKM yang ada di Kota Tangerang,” ajaknya.

Festival Situ Gede 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 31 Oktober. Pada malam penutupan, panitia menyiapkan pertunjukan lenong sebagai salah satu atraksi budaya bagi masyarakat. (*)

Pos terkait