Musrenbang Desa Caringin Fokus Perkuat Industri, Perdagangan dan Ketahanan Pangan

MUSDES : Pemdes Caringin, menggelar musyawarah desa dalam rangka menyusun rencana anggaran tahun 2027. Randy/Bantenekspres.co.id

LEGOK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) sebagai bagian dari proses penyusunan arah pembangunan desa yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

 

Bacaan Lainnya

Musrenbang tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan.” Tema itu menjadi landasan dalam pembahasan berbagai kebutuhan dan usulan pembangunan yang dinilai penting untuk mendukung kemajuan Desa Caringin.

 

Kepala Desa Caringin, Supriyadi, mengatakan Musrenbang menjadi ruang penting bagi pemerintah desa bersama masyarakat untuk menyusun perencanaan pembangunan berdasarkan kebutuhan dan kondisi yang ada di wilayah.

 

Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan.

 

“Musrenbang ini menjadi wadah bagi kita semua untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan dan usulan yang ada di masyarakat. Kami ingin pembangunan Desa Caringin ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Supriyadi kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 1 Oktober 2026.

 

Ia mengatakan, tema yang diangkat dalam Musrenbang juga menjadi upaya pemerintah desa untuk melihat potensi yang dimiliki Desa Caringin, khususnya dalam sektor industri, perdagangan dan ketahanan pangan.

 

“Kita ingin sektor industri dan perdagangan bisa berkembang dengan tetap memperhatikan keberlanjutan. Potensi yang ada harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut mendorong perekonomian desa,” katanya.

 

Supriyadi menambahkan, ketahanan pangan juga menjadi salah satu perhatian dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, sektor pangan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

 

“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa ikut terlibat dan mendapatkan manfaat secara ekonomi. Karena itu, sektor ini harus kita perhatikan dalam pembangunan desa,” jelasnya.

 

Ia menegaskan, setiap usulan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pembahasan untuk menentukan skala prioritas pembangunan desa.

 

“Tentunya tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan. Kita akan melihat mana yang menjadi kebutuhan prioritas, mana yang paling mendesak dan mana yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Menurut Supriyadi, proses perencanaan yang dilakukan secara terbuka dan partisipatif diharapkan mampu menghasilkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

 

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses perencanaannya. Dengan begitu, rasa memiliki terhadap pembangunan desa juga semakin kuat,” tuturnya.

 

Supriyadi berharap hasil Musrenbang dapat menjadi dasar dalam menyusun program pembangunan Desa Caringin yang terarah dan berkelanjutan.

 

“Harapan kami, hasil musyawarah ini bisa menjadi pijakan untuk membangun Caringin yang lebih maju, mandiri dan sejahtera. Semua itu tentu membutuhkan kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat dan seluruh unsur yang ada,” katanya.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan serta mengawal proses pembangunan desa agar program yang nantinya dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

 

“Mari kita bersama-sama membangun Desa Caringin. Pemerintah desa terbuka terhadap masukan masyarakat, karena pembangunan yang baik adalah pembangunan yang direncanakan dan dilaksanakan bersama,” pungkasnya.(*)

 

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait