Literasi Bahasa Daerah, SDN Wanakerta III Kenalkan Kekayaan Bahasa Indonesia kepada Siswa

LITERASI: SDN Wanakerta III melakukan literasi bahasa daerah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang bahasa daerah. Randy/Bantenekspres.co.id

SINDANGJAYA,BANTENEKSPRES.CO.ID — SDN Wanakerta III terus membangun kebiasaan positif bagi para siswa melalui kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan setiap Kamis. Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni literasi dengan mengangkat tema bahasa daerah yang ada di Indonesia.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk menambah wawasan sekaligus mengenal keberagaman bahasa daerah yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

 

Kepala SDN Wanakerta III Yani Parlina Setiawati mengatakan, kegiatan literasi bahasa daerah sengaja diberikan untuk memperkenalkan kepada siswa bahwa Indonesia memiliki keberagaman bahasa yang sangat luas.

 

“Melalui kegiatan literasi ini, kami ingin siswa mengetahui bahwa Indonesia tidak hanya memiliki satu bahasa daerah, tetapi banyak sekali bahasa daerah yang tersebar di berbagai wilayah,” ujar Yani kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 1 Oktober 2026.

 

Menurutnya, pengenalan bahasa daerah sejak di bangku sekolah dasar penting dilakukan agar siswa memiliki pengetahuan mengenai keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

 

“Anak-anak perlu mengetahui dan memahami keberagaman yang ada di Indonesia. Bahasa daerah merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus kita kenalkan kepada mereka,” katanya.

 

Yani menjelaskan, literasi tidak harus selalu berkaitan dengan membaca buku pelajaran. Materi literasi dapat dikembangkan dengan berbagai tema yang dekat dengan kehidupan dan pengetahuan siswa.

 

“Literasi bisa dilakukan dengan berbagai cara dan tema. Hari ini kami mengambil tema bahasa daerah agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan wawasan yang lebih luas,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut siswa juga dapat mempelajari berbagai kosakata maupun informasi mengenai bahasa daerah yang digunakan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.

 

“Harapannya siswa bukan hanya mengetahui nama-nama bahasa daerah, tetapi juga mulai mengenal dan mempelajari beberapa kosakata yang ada. Dengan begitu, mereka semakin tertarik untuk mempelajari kebudayaan Indonesia,” ungkapnya.

 

Yani menilai, kegiatan pembiasaan yang dilakukan secara rutin dapat memberikan manfaat bagi perkembangan wawasan siswa. Selain meningkatkan minat literasi, kegiatan tersebut juga mendorong siswa untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap berbagai hal.

 

“Kami ingin membangun kebiasaan positif. Anak-anak dibiasakan untuk membaca, mencari informasi, kemudian memahami apa yang mereka baca. Ini sangat baik untuk menambah wawasan mereka,” tuturnya.

 

Ia berharap, kegiatan literasi dengan berbagai tema tersebut dapat terus dilakukan secara konsisten sehingga menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.

 

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berjalan. Tema literasi juga akan terus kami kembangkan agar siswa tidak merasa bosan dan selalu mendapatkan pengetahuan baru,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait