TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) merayakan satu tahun perjalanan organisasi dengan semangat memperkuat seni dan budaya lokal. Perayaan tersebut jadi momentum untuk menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas Kabupaten Tangerang.
Ketua DKKT, Aida Hubaedah, mengatakan perjalanan satu tahun pertama organisasi masih menjadi fase belajar dan membangun fondasi. Meski demikian, sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk pendataan sanggar seni yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.
“Masih oleng-oleng, masih belajar, masih berdebat kusir, masih merangkak berjalan bagaimana kesenian di Tangerang ini berprestasi,” ujar Aida saat memberikan sambutan di HUT ke-1 DKKT di Garaha Pemuda, Tigaraksa, Kamis 1 Oktober 2026.
Ia menyebut, DKKT telah mendata ratusan sanggar seni yang berada di 29 kecamatan. Pendataan tersebut dinilai penting sebagai pijakan untuk membangun ekosistem kesenian yang lebih terarah sekaligus memperkuat komunikasi antara para pelaku seni dengan pemerintah daerah.
Aida juga mengungkapkan harapan terhadap pembangunan Gedung Kesenian Kabupaten Tangerang yang diproyeksikan menjadi rumah bersama bagi para pelaku seni dan budaya.
Menurutnya, gedung tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi ruang bagi berbagai cabang kesenian, mulai dari seni tari, seni tradisi, teater, film, debus hingga jaipongan.
“Tidak ada perbedaan, tidak ada pilih kasih. Di situ ada seni tari, seni tradisi, teater, film, debus, jaipong. Semua akan berada di satu gedung yang sama,” katanya.
Bagi Aida, keberadaan ruang bersama menjadi penting agar para seniman memiliki tempat untuk berkarya, berkolaborasi dan mengembangkan kreativitas. Ia juga menegaskan bahwa DKKT tidak ingin berhenti sebatas menjadi organisasi kesenian.
“Harapan saya ke depan, DKKT bukan menjadi Dewan Kesenian saja, tapi menjadi jantung kebudayaan Kabupaten Tangerang,” katanya.
Aida berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Ia mencontohkan sejumlah kesenian dan budaya lokal seperti Tari Lengser, Tari Cokek, debus hingga batik Tangerang yang perlu terus dikenalkan dan dikembangkan.
Menurutnya, keberhasilan pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh DKKT sendirian. Dukungan para seniman, budayawan, sesepuh, komunitas serta pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni budaya Tangerang.
“Bapak dan Ibu adalah akar, kami adalah batangnya,” ujarnya. (*)
Reporter: Dani mukarom
Ketua DKKKT, Aida Hubaedah, foto bersama pegiat Seniman dan budayawan saat perayaan HUT ke-1 DKKT di Graha, Kamis 1 Oktober 2026.










