PUPR Percepat Perbaikan Jalan, Empat Ruas Rampung 100 Persen

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni saat diwawancarai wartawan usai apel, Senin (28/9). Foto: Ahmad Syihabudin/Banten Ekspres 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pengerjaan perbaikan sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Tangerang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak rekayasa lalu lintas sekaligus memastikan akses masyarakat kembali normal dalam waktu lebih cepat.

 

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, percepatan pekerjaan menjadi perhatian karena pengerjaan jalan yang terlalu lama dapat mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.

 

“Kalau menutup jalan terlalu lama atau rekayasa lalu lintas terlalu lama tentunya berdampak pada aktivitas masyarakat. Makanya kita coba mendorong untuk bisa lebih cepat,” kata Taufik saat diwawancarai usai apel, Senin (28/9).

 

Menurut dia, rata-rata pekerjaan perbaikan jalan memiliki durasi kontrak sekitar dua hingga tiga bulan. Namun, sejumlah pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

 

“Dari target dua sampai tiga bulan, alhamdulillah ada yang satu bulan selesai, ada yang satu setengah bulan selesai. Jadi hal ini melebihi target kita,” ujarnya.

 

Berdasarkan data progres Dinas PUPR Kota Tangerang, sejumlah ruas jalan kini telah rampung 100 persen. Di antaranya Jalan M Toha, Jalan Garuda, Jalan Marsekal Suryadarma, Jalan Husein Sastranegara serta Jalan Sisi Saluran Cisadane Barat.

 

Sementara sejumlah ruas lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Jalan Sitanala tercatat telah mencapai progres 92,30 persen, disusul Jalan Sangego Selatan 60,61 persen dan Jalan Iskandar Muda 54 persen.

 

Kemudian Jalan RAM Cikokol mencapai 35,49 persen, Jalan Teuku Umar 39,65 persen, sedangkan Jalan Raya Bayur berada pada progres 20,24 persen. Adapun Jalan Prabu Kiansantang masih dalam proses pekerjaan dan ruas looping Gerendeng-Tanah Gocap berada pada tahap penyiapan jalan.

 

Taufik menuturkan, keseluruhan pekerjaan perbaikan jalan dan pedestrian yang ditargetkan tahun ini mencapai sekitar 47 ruas. Dengan masih banyaknya pekerjaan yang berjalan, PUPR optimistis seluruh pengerjaan dapat berlangsung sesuai jadwal.

 

“Masih cukup banyak, tapi kita optimis mudah-mudahan berjalan lancar dan sesuai target,” katanya.

 

Ia menjelaskan, ruas jalan yang telah selesai dikerjakan dapat segera dibuka untuk lalu lintas dengan tetap memperhatikan usia beton. Secara umum, usia beton untuk mencapai kekuatan penuh sekitar 28 hari. Namun, pembukaan lalu lintas dapat dilakukan lebih cepat setelah melalui pertimbangan teknis.

 

“Biasanya kalau sudah selesai, kita langsung open traffic. Memang kita tunggu masa usia beton sekitar 28 hari. Biasanya kita buka setelah 15 hari,” jelasnya.

 

Pembukaan kembali ruas jalan tersebut, lanjut Taufik, juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kota Tangerang agar pengaturan lalu lintas dapat dilakukan dengan baik.

 

Selain memperbaiki jalan yang sudah ada, PUPR juga melakukan pembukaan akses baru di wilayah Semanan hingga batas DKI Jakarta. Akses tersebut disiapkan sebagai jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Kota Tangerang dengan kawasan Jakarta Barat.

 

Taufik berharap keberadaan akses baru tersebut dapat mengurai kepadatan lalu lintas karena masyarakat memiliki lebih banyak pilihan rute perjalanan.

 

“Harapannya masyarakat, jalan-jalan tersebut menjadi jalan alternatif bagi masyarakat yang hendak ke wilayah DKI, khususnya Jakarta Barat. Jadi tidak menumpuk di satu ruas jalan,” tuturnya.

 

Menurutnya, pembukaan akses baru juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sepanjang jalur tersebut. Kawasan yang sebelumnya kurang berkembang berpotensi tumbuh seiring meningkatnya aksesibilitas.

 

PUPR juga mengembangkan konsep jalan yang terintegrasi dengan saluran air atau irigasi. Konsep tersebut antara lain diterapkan pada sejumlah pembangunan seperti di kawasan Sangego dan Sewan, serta menjadi bagian dari pengembangan akses di wilayah lainnya.

 

“Konsep kita bagaimana membuat satu ruas jalan dan kalinya ada di tengah. Ke depan penataan irigasi atau saluran pembuang ini menjadi bagian lanskap kota yang harus mulai ditata,” kata Taufik.

 

Ia menambahkan, pengawasan terhadap seluruh pekerjaan terus dilakukan di lapangan. PUPR juga mendorong para pelaksana proyek untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target sekaligus menjaga kualitas hasil pembangunan sesuai ketentuan kontrak.

“Kita terus melakukan pengawasan di lapangan, mendorong para pelaksana bisa bekerja sesuai target. Kualitas yang kita inginkan juga sesuai kontrak, kita jaga bersama-sama untuk bisa ditepati,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait