MAUK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Angin laut berembus perlahan, membawa aroma khas bakaran ikan dan gurihnya otak-otak yang menggugah selera.
Di sepanjang Objek Wisata Pantai Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, suasana tampak lebih hidup dari biasanya.
Masa libur sekolah telah tiba, membawa keceriaan tidak hanya bagi anak-anak yang asyik berenang, tetapi juga berkah melimpah bagi para pelaku usaha kuliner lokal.
Bagi para pedagang di kawasan pesisir ini, momen libur sekolah adalah waktu yang paling dinanti untuk mendulang rupiah.
Salah satu raut wajah bahagia terpancar dari Warsih. Ibu pemilik Rumah Makan (RM) Pesona Laut Nuryanah ini tak henti-hentinya mengucap syukur.
Bagaimana tidak? Sejak libur sekolah dimulai, penjualan di rumah makannya melonjak, terutama saat akhir pekan.
“Alhamdulillah, ada peningkatan penjualan yang cukup saat Sabtu dan Minggu setelah masa libur sekolah tiba,” ujar Warsih dengan senyum semringah.
Warsih bukanlah orang baru di Pantai Tanjung Kait. Ia mengaku telah merintis usahanya tersebut sejak puluhan tahun lalu.
Konsistensinya menjaga cita rasa hidangan khas laut menjadi magnet tersendiri bagi para pelancong.
Menurut Warsih, sebagian besar pengunjung yang datang berasal dari wilayah sekitar, seperti Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.
“Rata-rata mereka datang bersama keluarga. Agendanya seragam, ajak anak-anak berenang di pantai, lalu ditutup dengan menyantap hidangan seafood segar di sini,” tambahnya.
Berkah liburan sekolah tidak hanya dirasakan oleh pemilik rumah makan besar.
Musi, seorang pedagang otak-otak asal Kampung Pisangan Pangsor, Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, juga ikut kecipratan rezeki.
Pria yang mengandalkan akhir pekan untuk mengais rezeki ini mengaku kewalahan melayani pembeli pada Sabtu dan Minggu lalu. Dagangannya laris manis diserbu wisatawan.
Menariknya, gairah wisata di Pantai Tanjung Kait membuat Musi mengubah strateginya. Jika biasanya ia hanya berjualan di akhir pekan, kini setelah masa libur sekolah, ia memantapkan diri untuk tetap menggelar dagangannya di hari kerja (weekday).
“Bahkan setelah libur sekolah ini, saya tetap datang dagang ke Pantai Tanjung Kait setiap hari. Alhamdulillah, ada saja yang beli meski memang tidak seramai hari Sabtu dan Minggu,” ungkap Musi bersyukur.
Daya tarik Pantai Tanjung Kait memang seolah tak pernah pudar bagi warga Tangerang Raya.
Selain lokasinya yang relatif dekat, destinasi ini menawarkan paket liburan yang ramah di kantong, deburan ombak yang tenang untuk bermain air, serta deretan kuliner pesisir yang menggoda selera dengan harga terjangkau.
Bagi Ibu Warsih, Musi, dan puluhan pedagang lainnya, libur sekolah kali ini adalah angin segar yang meniupkan optimisme baru bagi roda perekonomian di pesisir utara Kabupaten Tangerang. (*)











