SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menanggapi terkait beberapa daerah yang darurat dana kebencanaan.
Ia menegaskan komitmennya untuk membantu pemerintah kabupaten/kota yang tengah menghadapi situasi darurat bencana, terlebih menghadapi tingginya curah hujan dan ancaman bencana hidrometeorologi di awal tahun 2026.
“Buat surat saja, kalau kurang bilang nanti saya bantu,” katanya saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Rabu 28 Januari 2026.
Dimyati mengatakan, Pemprov Banten selalu terbuka untuk membantu daerah yang ada Provinsi Banten, termasuk dalam membantu untuk dana kebencanaan.
Koordinasi lintas wilayah menjadi prioritas utama, terutama untuk daerah seperti Tangerang Raya yang sering terdampak luapan air dari hulu maupun kiriman.
“Anggaran daerah besar, tapi kalau kurang tentu akan kita bantu,” jelasnya.
Diketahui, Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp52,02 miliar pada 2026 yang siap digunakan untuk penanganan darurat.
Alokasi BTT tersebut merupakan bagian dari total belanja daerah Pemprov Banten tahun anggaran 2026 yang mencapai Rp10,04 triliun.
Dimyati menuturkan, sesuai ketentuan, dana BTT dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mendesak. Di antaranya penanganan darurat bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan kebakaran.
Selain itu, BTT juga dapat dimanfaatkan untuk penanganan bencana sosial, seperti konflik sosial atau kejadian luar biasa lain yang membutuhkan respons cepat. Dana tersebut juga dapat digunakan untuk penanganan pandemi atau wabah penyakit. (*)











