Kasus Tertinggi DBD Bulan April di Indonesia, Kabupaten Tangerang Nomor 2

Kasus
FOGGING: Pemberantasan penyebaran nyamuk Aedes Aeggepty efektif dengan melakukan fogging. Namun disarankan masyarakat Kabupaten Tangerang menggelar Pemeriksaan Sarang Nyamuk dan pelaksanaan 3 M Plus.(Credit: Net)

TANGERANG — Masyarakat Ka­bu­paten Tangerang harus was­pada akan bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue alias DBD. Pasalnya, Kementerian Ke­sehatan (Kemenkes) RI menge­luarkan rilis pada pekan ke-17 atau akhir April 2024 Kabupaten Tangerang menjadi wilayah no­mor 2 di Indonesia dengan kasus tertinggi DBD.

Dikemukakan Siti Nadia Tarmizi Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan mengatakan, pada pekan ke-17, terdapat 88.593 ka­sus DBD. Jumlah ini meningkat drastis karena pada periode yang sama pada 2023 terdapat 28.579 kasus.

Bacaan Lainnya

Pada tahun ini diungkap Siti ada lima kabupaten dan kota de­ngan kasus tertinggi. Kabupaten Tangerang menempati posisi no­mor dua dengan 2.540 kasus sedang Kota Bandung di posisi pertama dengan 3.468 kasus.

Di posisi ketiga adalah Kota Bogor dengan 1.944 kasus, lalu Kota Kendari 1.659 kasus, Kabu­paten Bandung Barat 1.576 kasus.

”Untuk kasus kematian akibat DBD ada 621 kasus, naik drastis daripada tahun sebelumnya. Pa­da periode yang sama di tahun 2023 terdapat 209 kematian akibat DBD yang tersebar disejumlah wilayah,” ungkap Siti seperti dalam keterangan resminya, Jumat (3/5/2024).

Cek artikel bantenekspres.co.id yang Anda minati di: Google News

Pos terkait