237,5 Hektar Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan

KERING: Lahan perkebunan di Kecamatan Kasemen kering akibat kemarau panjang, Senin (9/10).

SERANG, BANTENEKSPRES – Ratusan hektare lahan pertanian di Kota Serang terdampak kekeringan akibat fenomena el nino yang melanda Indonesia sejak beberapa bulan lalu. Dampak kekeringan tersebut melanda sekitar 237,5 hektare lahan pertanian.

Kepala Bidang (Kabid) Pertanian dan Penyuluhan pada Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang Andriyani mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, hingga saat ini terdapat 155,5 hektare sawah yang mengalami kekeringan, bahkan puso.

Bacaan Lainnya

Dari 155,5 hektare tersebut, terbagi dalam beberapa kategori seperti kekeringan ringan, sedang, dan berat.

“Berdasarkan laporan, untuk yang (Kekeringan) ringan seluas 31 hektare. Kemudian, Kekeringan sedang 19 hektare, berat 6 hektare, dan puso 20 hektare. Sebagian besar laporan ini dari data yang kami himpun, merupakan sawah tadah hujan,” katanya saat diwawancarai Tangerang Ekspres, Selasa 10 Oktober 2023.

Untuk sawah yang mengalami puso atau gagal panen, kata Andriyani, berada di Kecamatan Kasemen. Bahkan, jumlah atau luasannya bertambah, dari 26 hektare menjadi 39 hektare sawah yang mengalami gagal panen.

“Sawah puso itu bertambah dari 26 jadi 39 hektare dan untuk sisanya kategori ringan, sedang, hingga. Yang puso ada di Kasemen,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk lahan pertanian atau sawah yang mengalami kekeringan dengan kategori ringan dan sedang masih bisa melanjutkan ke fase berikutnya.

Sebab, kedua kategori tersebut hanya mengalami kendala kekurangan air, namun masih bisa diselamatkan, dengan catatan menjaga ketersediaan air yang masih ada.

“Untuk kategori ringan itu memang terhambat, tapi masih ada ari. Jadi, masih bisa melanjutkan ke fase berikutnya, sama seperti kategori sedang. Tapi, kalau untuk kategori (Kekeringan) berat, tentu harus segera ditangani, jangan sampai terjadi puso,” tuturnya.

Pemerintah Kota Serang, melalui DKP3, kata dia, saat ini sedang menyiapkan berbagai bantuan untuk mengatasi sawah yang mengalami kekeringan dampak fenomena el nino.

“Kami sudah menyiapkan berbagai strategi hingga bantuan. Termasuk pada persawahan yang masih mengalami kekeringan kategori ringan,” ucapnya.

Mulai dari menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) untuk penanganan kekeringan lahan pertanian, hingga sejumlah penanganan lainnya.

Termasuk penyaluran bantuan seperti benih padi atau tanaman, hingga mesin pompa air untuk musim berikutnya.

“Kami juga mengalokasikan bantuan melalui dana intensif fiskal untuk perubahan 2023. Jadi nanti ada bantuan benih kepada kelompok tani yang terdampak kekeringan sebanyak 250 hektar dengan jumlah benih 6.250 kilogram,” ujarnya.

Kemudian, mobilisasi alat mesin pompa air apabila sawahnya mulai terindikasi kekeringan tapi masih ada sumber air. Selanjutnya, pengendalian apabila ada gangguan hama dan penyakit baik sawah mau pun pada tanaman lainnya.

“Pupuk organik cairnya untuk 250 hektar, satu hektar satu botol. Tapi, ini statusnya masih RKA,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, untuk status darurat kekeringan di Kota Serang masih belum ditentukan. Sebab, berdasarkan kriteria masih dalam kondisi yang bisa tertangani secara masif.

“Belum, karena dari sekian ribu hektare (Lahan Pertanian) di Kota Serang, hanya 237 hektare yang kekeringan,” ucapnya.(*)

Reporter : Dani Mukarom
Editor : Andy

Cek artikel bantenekspres.co.id yang Anda minati di: Google News

Pos terkait