Selalu Cium Bau Tak Sedap, Warga Terate Minta TPS Dipindahkan

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Kampung Terate, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, mengeluhkan aroma bau busuk dari sampah di Tempat Pembangunan Sampah (TPS), yang jaraknya tidak jauh dari permukiman warga. Sampah yang berserakan di TPS itu, jarang sekali diangkut oleh mobil pengangkut sampah, hingga warga sekitar pernah beberapa kali menyampaikan permasalahan itu ke pemerintah desa dan kecamatan namun tidak pernah ada ditindaklanjuti.

Suhebi Abah Nanang warga sekitar mengatakan, dari bulan lalu sampah di TPS itu sering mengalami kebakaran, yang dibakar oleh onum tidak bertanggungjawab, hingga asapnya menyelimuti permukiman warga sekitar membuat kesulitan untuk bernafas. Meski niatnya baik, namun jika tidak dipadamkan bakal berakibat pada kesehatan warga sekitar yang harus menghirup asap sampah terbakar itu.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak tau siapa yang membakarnya, kejadian kebakaran di TPS ini sudah sejak bulan lalu dan terakhir kemarin dibakar lagi, mungkin niatnya bagus biar tidak bau tapi asapnya itu mengganggu warga sini. Kemarin kebakaran lagi, dan alhamdulillah pemadam kebakaran dari PLTU Jawa 7 (SGPJB) dan perusahaan garda 73 membantu memadamkannya,” katanya, Senin (18/9).

Suhebi Abah Nanang mengaku, bahwa pemerintah desa dan kecamatan acuh terhadap permasalahan ini, karena mobil pengangkut sampah yang datang ke TPS hanya tiga bulan sekali. Hal ini membuat, sampah semakin banyak dan bertumpuk hingga mengeluarkan bau tidak sedap yang tercium oleh warga sekitar.

“Warga disini mau tidak mau setiap harinya mencium bau busuk itu, karena sampah di TPS tidak pernah diangkut. Artinya, pemerintah desa dan kecamatan sangat cuek terhadap permasalahan yang dialami oleh warganya,” ujarnya.

Dikatakan Nanang, warga sekitar pernah meminta ke Kepala Desa (Kades) Terate agar TPS di wilayahnya segera dipindahkan jauh dari permukiman warga. Namun, permintaan itu tidak pernah ditindaklanjuti, yang membuat warga sekitar berencana akan melaporkannya ke Bupati Serang.

“Kita sudah berbicara dengan ketua bpd dan pjs kades terate untuk mohon dipindahkan jangan berada dekat permukiman warga. Kita berencana, bakal ngadu ke bupati apabila masih tidak dipindahkan juga,” ucapnya. (agm/fan)

Cek artikel bantenekspres.co.id yang Anda minati di: Google News

Pos terkait