Pj Gubernur Fokus Kendalikan Cabai, Penyumbang Inflasi Tinggi

Pj Gubernur
Pj Gubernur Fokus Kendalikan Cabai, Penyumbang Inflasi Tinggi

SERANG — Inflasi di Banten tinggi. Pada Desember 2023 sebesar 3,06 persen di atas rata-rata nasional sebesar 2,61 persen. Kemendagri akan mengevaluasi kinerja Pj Gubernur Banten Al Muktabar. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Banten masuk 10 besar daerah dengan inflasi tinggi.

Pj Gubernur Banten Al Muktabar memberikan tanggapan terkait evaluasi yang akan diberikan Mendagri. Ia mengatakan akan melakukan langkah sesuai dengan perintah Mendagri dalam penanganan inflasi di Banten. Khususnya pada komoditas cabai dan beras sebagai salah satu penyumbang inflasi.

Bacaan Lainnya

“Kita langsung mengambil berbagai langkah dalam rangka pengendalian harga cabai ini supaya suplay tercukupi,” katanya, Selasa (9/1).

Beberapa langkah lainnya, seperti gerakan pangan murah, hingga bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Bahkan langkah itu pun telah dilakukan oleh Pemprov Banten dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

Menurutnya, komoditas beras tidak begitu berpengaruh terhadap kenaikan inflasi di Banten. Dimana dimain dan suplay masih terjaga keseimbangan. Namun tetap pihaknya terus memastikan ketersediaan pangan tercukupi.

“Kita upayakan siklus tanam para petani sudah mulai berjalan. Kita juga sudah berkomunikasi dengan Kementrian Pertanian soal pengajuan bibit dan pupuk, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa direalisasikan sehingga bisa meningkatkan produktivitas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Banten masuk dalam 10 besar daerah dengan inflasi tertinggi nasional. Inflasi Desember 2023 sebesar 3,06 persen di atas rata-rata nasional sebesar 2,61 persen.

Kondisi ini, membuat Mendagri Tito Karnavian memberikan warning kepala seluruh penjabat (Pj) yang ada di daerah, termasuk Pj Gubernur Banten untuk serius menangani inflasi di daerah, dan akan menjadi bahan evaluasi.

Apalagi, berdasarkan inflasi bulanan juga terus alami kenaikan. Seperti pada September 2023 terjadi inflasi secara yoy sebesar 2,04 persen, lalu naik di Oktober 2023 sebesar 2,35 persen dan naik lagi di November 2023 sebesar 3,03 persen.

Tito meminta Pj untuk mengecek permasalahan terjadinya kenaikan harga, dan mencari solusi sebagai bentuk keseriusan dalam menangani inflasi di daerah.

“Ada daerah yang tinggi, ada juga yang rendah, yang tinggi tolong dicek masalahnya apa dicek, duduk bersama dengan Forkopimda, kalau tidak paham panggil ahlinya untuk membantu menelusuri masalahnya dan menemukan solusinya jangan dibiarkan,” katanya. (mam)

Cek artikel bantenekspres.co.id yang Anda minati di: Google News

Pos terkait