Kekeringan Meluas, Belasan Kelurahan di Kota Serang Darurat

Petugas BPBD Kota Serang menyalurkan air bersih kepada warga di lingkungan Terwana Cilik, Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (29/8/2023). Foto Dani Mukarom/Banten Ekspres

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Titik kekeringan akibat musim kemarau di Kota Serang semakin meluas. Ada tiga kecamatan dan 12 kelurahan yang terdampak kekeringan. Tiga Kecamatan tersebut yaitu Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.

Adapun 12 kelurahan yang mengalami kekeringan yaitu, Margaluyu, Masjid Priyayi, Terumbu, Margaluyu, Bendung, Cibendung, Sawah Luhur, Teritih, Cilowong, Babadan, dan Ambon.

Bacaan Lainnya

BPBD Kota Serang mencatat ada sebanyak 1.613 kepala keluarga, 760 rumah, dan 894 jiwa yang terdampak kekeringan di Kota Serang.

Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, 12 titik tersebut mayoritas ada di Kecamatan Kasemen, kemudian di Kecamatan Taktakan satu kelurahan, di Kecamatan walantaka satu kelurahan.

Dengan banyaknya titik kekeringan dan kesulitan air bersih di Kota Serang, pihaknya sudah melakukan upaya kerjasama baik dari kelurahan, kecamatan,  dan relawan kebencanaan.

“Nah, ini masyarakat di sini saya tadi udah ngobrol mereka mayoritas tidak punya sumur, kebutuhan harian mereka ke kali, sedangkan untuk air minum mereka beli atau isi ulang,” ucap Diat kepada Tangerang Ekspres, Selasa (29/8/2023).

Sesuai dengan prediksi dan imbauan dari BMKG, musim kemarau dan El Nino ini akan berlangsung sampai dengan September 2023.

Diat menjelaskan, saat ini penyaluran air bersih akan terus berlangsung dan tidak bisa diprediksi sampai dengan masyarakat sudah tidak memerlukan bantuan lagi.

“Karena selama ini mereka untuk air konsumsi mereka beli,” ucapnya.

Penanganan krisis air bersih oleh BPBD Kota Serang, kata Diat, mengalami kendala  karena keterbatasan fasilitas dan personil yang turun ke lapangan.

“Kalau keterbatasan yang di alami oleh BPBD memang ada, misalnya dari armada, kemudian canon air yang mestinya kita simpan di lokasi kekeringan itu juga hanya punya satu itu pun sudah kita simpan di kampung Ambon ini memang keterbatasan,” katanya.

Ia berharap pengiriman air bersih bisa dilakukan secara rutin, karena itu kebutuhan masyarakat. “Masyarakat masak minum itu kan tiap hari, sehingga diharapkan pengiriman ini bisa dilakukan setiap hari sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Camat Kasemen Kristiyanto menuturkan, berdasarkan laporan di Kelurahan Margaluyu, ada dua titik yang mengalami kekeringan, Kampung Ambon dan Kampung Cikedung.

“Bahkan sudah empat kalau kampung mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD. Kemudian di Priyayi ini ada, di Sukawali ada, satu lagi Kelurahan Terumbu,” katanya.

Untuk penanganan bencana kekeringan tersebut pihaknya bekerjasama dengan BPBD dan pihak swasta untuk menyalurkan air bersih.

“Tadi kita sudah bersurat minta setiap hari dua tangki berarti ada 10 ribu liter. Sementara akan kita usulkan sampai tanggal 9 (September). Mudah-mudahan ketika nanti masih kurang, maka mereka minta untuk mengusulkan. Karena mereka siap bermitra dengan kita dalam penyediaan air bersih ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di wilayah yang kekeringan sebetulnya ada sumur tapi memang sumur tersebut mengalami kekeringan, sementara untuk sawah sendiri tidak terkena dampak.

“Gak ada informasi gagal kalau sawah. Karena air irigasi pesawahan masih ada dan sekarang udah panen,” katanya.

Reporter: Dani Mukarom

Editor: Sutanto Ibnu Omo

Cek artikel bantenekspres.co.id yang Anda minati di: Google News

Pos terkait