KELAPA DUA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, terus berupaya memperkuat efektivitas pemberdayaan masyarakat melalui Subkegiatan Penyelenggaraan Kabupaten Tangerang Sehat (KTS) Tahun 2026.
Sebagai langkah konkret, Kecamatan Kelapa Dua menggelar rapat koordinasi strategis di ruang rapat Kantor Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan Kelapa Dua, Dwi Chandra Budiman, dan dihadiri para pemangku kepentingan terkait.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program Kabupaten Tangerang Sehat, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta berkelanjutan.
Sekretaris Kecamatan Kelapa Dua, Dwi Chandra Budiman, mengatakan bahwa keberhasilan program Kabupaten Tangerang Sehat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, unsur kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Program Kabupaten Tangerang Sehat ini tidak bisa berjalan hanya dengan mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan sinergi dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan agar program yang direncanakan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dwi kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 21 Oktober 2026.
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut tidak sekadar menjadi forum pertemuan, tetapi juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan program KTS Tahun 2026.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman dan tujuan yang sama. Dengan koordinasi yang baik, setiap program dapat dilaksanakan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Kelapa Dua,” katanya.
Dwi menegaskan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat harus didukung oleh upaya pemberdayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta membangun kepedulian terhadap kondisi kesehatan di lingkungan masing-masing.
“Kesadaran masyarakat merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang sehat. Karena itu, kami terus mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, optimalisasi program Kabupaten Tangerang Sehat juga memerlukan dukungan dan kolaborasi hingga tingkat kelurahan. Dengan demikian, berbagai upaya peningkatan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami berharap seluruh kelurahan dapat mengambil peran secara maksimal dengan melibatkan unsur masyarakat dan pihak terkait. Permasalahan kesehatan dan lingkungan tentu memiliki karakteristik yang berbeda di setiap wilayah, sehingga diperlukan pendekatan yang tepat dan kerja sama yang berkesinambungan,” jelas Dwi.
Menurut Dwi, pencapaian indikator tersebut perlu didukung dengan pelaksanaan program yang konsisten, evaluasi berkala, serta komitmen bersama untuk terus melakukan perbaikan.
“Yang terpenting bukan hanya bagaimana program ini dilaksanakan, tetapi juga bagaimana hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin program Kabupaten Tangerang Sehat benar-benar mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap, melalui rapat koordinasi ini, seluruh pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam mendukung program KTS Tahun 2026.
“Kami optimistis, melalui kerja sama yang solid, pelaksanaan Kabupaten Tangerang Sehat di Kecamatan Kelapa Dua dapat berjalan lebih optimal. Harapannya, seluruh indikator yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)











