PAGEDANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 2 Pagedangan, siap memperketat pengawasan terhadap peserta didik menyusul surat imbauan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang kepada seluruh kepala sekolah agar mengawasi siswa supaya tidak mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta pada 20 Oktober 2025.
Langkah pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dan tidak terlibat dalam kegiatan penyampaian aspirasi di luar lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Pagedangan Agus Santosa mengatakan, pihak sekolah akan meningkatkan pengawasan dengan memantau kehadiran siswa melalui absensi harian. Apabila ditemukan siswa yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan yang jelas, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan orangtua atau wali murid.
“Kami akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap seluruh peserta didik, terutama dalam memantau kehadiran mereka di sekolah. Absensi menjadi salah satu langkah awal untuk mengetahui apakah seluruh siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar sebagaimana mestinya,” ujar Agus saat di hubungi Bantenekspres.co.id, Selasa 20 Oktober 2026.
Menurutnya, apabila terdapat siswa yang tidak hadir, pihak sekolah akan mencari tahu alasan ketidakhadirannya dengan menghubungi orangtua. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sekolah dalam menjaga dan mengawasi peserta didik, baik selama berada di lingkungan sekolah maupun melalui komunikasi dengan keluarga.
“Kalau ada siswa yang tidak masuk sekolah, kami akan berkoordinasi dengan orangtua untuk memastikan alasan ketidakhadirannya. Kami ingin komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua berjalan dengan baik sehingga perkembangan serta aktivitas anak-anak bisa tetap terpantau,” jelasnya.
Agus menegaskan, pengawasan tersebut bukan semata-mata untuk memastikan siswa hadir di sekolah, tetapi juga sebagai upaya melindungi mereka dari kemungkinan terpengaruh ajakan mengikuti aksi demonstrasi yang beredar melalui media sosial.
Ia mengingatkan, para siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang belum tentu dipahami secara utuh. Menurutnya, siswa SMP masih harus memprioritaskan pendidikan dan membangun masa depan melalui kegiatan belajar yang positif.
“Kami berharap anak-anak tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau ajakan yang beredar di media sosial. Jangan sampai mereka ikut-ikutan melakukan sesuatu hanya karena melihat informasi yang sedang ramai dibicarakan, tanpa memahami persoalan yang sebenarnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, menyampaikan aspirasi merupakan persoalan yang perlu dipahami secara bijak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, bagi para siswa khususnya di tingkat SMP tanggung jawab utama saat ini adalah belajar, menuntut ilmu, dan mengembangkan kemampuan diri.
“Tugas utama siswa adalah belajar dengan baik, mengikuti pelajaran, menghormati guru, serta menaati aturan sekolah. Masa depan mereka masih panjang sehingga harus dimanfaatkan untuk menimba ilmu dan meraih cita-cita,” katanya.
Agus juga mengimbau para orangtua agar turut berperan aktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya ketika berada di luar sekolah dan saat menggunakan media sosial. Menurutnya, pengawasan pendidikan tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak sekolah, tetapi membutuhkan dukungan keluarga.
“Kami meminta orang tua ikut memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Tolong dipantau aktivitas mereka, termasuk penggunaan media sosial dan pergaulannya. Jika ada informasi atau ajakan yang mencurigakan, sebaiknya dibicarakan bersama agar anak tidak mengambil keputusan yang merugikan dirinya sendiri,” ungkapnya.
Pihak sekolah, lanjut Agus, akan terus mengedepankan pendekatan edukatif dan komunikasi dengan peserta didik maupun orangtua. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga keselamatan diri, menaati aturan, dan tetap fokus pada kegiatan pendidikan.
“Kami ingin anak-anak tetap tenang, tidak terpengaruh ajakan yang tidak jelas, dan menjalankan kewajibannya sebagai pelajar. Mari kita jaga bersama agar mereka tetap berada di jalur pendidikan dan dapat belajar dengan aman serta nyaman,” pungkasnya. (*)












