SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengungkap soal anggaran program Sekolah Gratis. Yakni anggarannya dipangkas di 2027, namun untuk jumlah siswa penerima dipastikan tidak berkurang.
Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin, mengatakan anggaran Sekolah Gratis tahun 2026 ini sekitar Rp 340 miliar. Untuk tahun depan, angkanya diproyeksikan turun.
“Kalau di tahun 2027 kurang lebih sementara ini 320-an, masih belum final sih. Tapi di sekarang masih di 340-an,” katanya, Senin 19 Oktober 2026.
Meski turun Rp 20 miliar, total penerima manfaat tetap dipertahankan di angka 130 ribu siswa.
“Jadi terkait sekolah gratis, di tahun ini kurang lebih 120 ribu dari SMA, SMK, SKh ditambah dengan Madrasah Aliyah rencananya 10 ribu, jadi kurang lebih 130 ribu-an,” jelasnya.
Jamaluddin menyebut, jumlah itu tetap karena penerimanya adalah siswa yang sama yang saat ini sudah naik ke kelas 11.
“Tetap masih sama angkanya, masih orangnya orang itu juga. Karena kan itu cuma semester 2,” katanya.z
Untuk kuota Madrasah Aliyah yang baru masuk tahun ini, Dindikbud mengunci 10 ribu siswa. Saat ini masih dalam proses verifikasi.
“Aliyah itu 10 ribu. Kuotanya 10 ribu saya kunci. Kita lagi proses verifikasi,” ujarnya.
Terkait besaran bantuan, Jamaluddin menyebut untuk Madrasah Aliyah kisarannya Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu. Sementara untuk sekolah di bawah kewenangan provinsi, bantuannya dipukul rata sekitar Rp 50 ribuan per siswa.
“Angkanya antara Rp 120-Rp 150-an lah. Kalau yang anggaran kita kan Rp 50 ribuan. Kita pukul rata,” tuturnya.
Untuk pencairan, dilakukan setiap tiga bulan sekali. Untuk periode Juli, Agustus, September, baru akan dicairkan pada Oktober ini.
“Pembayarannya nanti kita bayar 3 bulan sekali. Jadi ketika BA (Berita Acara) udah oke, langsung dicairkan,” paparnya. (*)












