Final FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Peluang Juara Indonesia

Ole Romeney menjadi pemain andalan Indonesia saat melawan Thailand di partai final FIFA ASEAN CUP 2026.

JAKARTA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Timnas Indonesia menghadapi Thailand Senin (5/10/2026), di final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Timnas Indonesia juara Grup A dengan tujuh poin, sedangkan Thailand memuncaki Grup B. Garuda lolos usai menang 9-2 atas Bangladesh, namun Thailand lolos lebih dulu.

Bacaan Lainnya

Turnamen ini merupakan edisi perdana FIFA ASEAN Cup, sehingga pemenang menjadi juara pertama. Rizky Ridho dan rekan mematok target juara, sedangkan Thailand juga berstatus finalis.

Mengapa Thailand Disebut Lawan Berat di Final FIFA ASEAN Cup 2026?

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyebut Thailand lawan berat, sebab Anthony Hudson mengenal gayanya. Hudson melatih Thailand sejak Oktober 2025, namun dahulu menjadi asisten pelatih Amerika Serikat.

Herdman selaku pelatih kepala Timnas Indonesia mengaku taktiknya terbaca, sebab Hudson mempelajari Kanada. Ia dahulu melatih Kanada, namun kini enggan membuka rencana taktik untuk final.

John Herdman mengaku sangat antusias hadapi Thailand di final. Dalam penilaian Herdman kedua tim bakal tampil habis-habisan, sebab keduanya mengejar gelar pertama. Para pemain harus segera pulih, sebab Herdman ingin mereka kembali bekerja menghadapi Thailand.

Apa Saja Faktor Penentu Peluang Indonesia Juara Melawan Thailand?

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh Kamis (1/10/2026), sehingga menjadi juara Grup A. Hasil itu membawa Garuda mengoleksi tujuh poin, sehingga unggul produktivitas gol atas Malaysia.

Mitchell Baker mencetak lima gol ke gawang Bangladesh, sehingga skor akhir mencapai 9-2. Tim asuhan Herdman mencetak 11 gol dalam tiga laga, sehingga memuncaki Grup A.

Malaysia juga mengoleksi tujuh poin, namun produktivitas gol memisahkan mereka dari Garuda. Singapura kalah 6-0 dari Malaysia pada hari yang sama, sehingga persaingan berlangsung ketat.

Herdman menilai laga kedua penuh perjuangan menjaga gawang, sedangkan laga ketiga menuntut gol. Garuda kebobolan dua gol dari Bangladesh, namun selisih golnya tetap plus sembilan.

Bagaimana rekor pertemuan kedua tim sepanjang sejarah?

Garuda menang 25 kali dari 78 laga lawan Thailand, namun kalah 37 kali. Sebanyak 16 laga lain berakhir imbang, sehingga total pertemuan mencapai 78 pertandingan.

Thailand menang 37 dari 78 laga, sehingga persentase kemenangannya sekitar 47 persen. Imbang mencakup sekitar 21 persen laga, sedangkan kemenangan Garuda mencapai 32 persen.

Timnas Indonesia menang separuh laga kandang lawan Thailand, sedangkan lima laga berakhir kalah. Dua laga kandang lain berakhir imbang, sehingga total pertemuan kandang mencapai 14 pertandingan.

3. Bagaimana strategi Thailand setelah merotasi pemain?

Pelatih Thailand Anthony Hudson merotasi pemain, sebab ia ingin skuad segar di final. Kebijakan itu berujung kekalahan 1-2 dari Filipina, sedangkan Vietnam gagal menyalip posisi Thailand.

Thailand tampil tanpa kekuatan penuh melawan Filipina, sedangkan Filipina memainkan susunan pemain terbaik. Timnas Indonesia kini menghadapi Thailand yang baru kalah, namun masih memuncaki klasemen grup.

Hudson menyebut pendekatan timnya berbeda andai laga menentukan kelolosan, namun final sudah pasti. Hudson memprioritaskan kesegaran pemain inti, sebab jadwal padat menguras tenaga.

Bjorn Kristensen mencetak dua gol Filipina, sedangkan Iklas Sanron membalas satu gol Thailand. Pertandingan Thailand lawan Filipina sempat tertunda dua kali, karena hujan deras mengguyur Bandung.

4. Bagaimana Thailand menilai kekuatan lawan di final?

Pelatih Thailand Hudson memuji fisik skuad Merah Putih, namun juga menyoroti kekompakannya. Ia mewaspadai pemain diaspora bertubuh tinggi, sebab mereka kuat secara fisik dan lincah.

Hudson juga memuji kerja sama tim, sebab menurutnya kekuatan utama ada pada kolektivitas. Ia melihat semangat juang tinggi pada skuad Merah Putih, sehingga ia menantikan final.

Garuda menghadapi Malaysia dan Singapura, sehingga Hudson menilai tim terbiasa menghadapi perlawanan ketat. Hudson mengaku kecewa atas kekalahan dari Filipina, namun menyebut lawan finalnya sangat bagus.

Thailand menantikan final melawan Timnas Indonesia, sebab Hudson menyebut lawannya sangat kuat. Gelora Bung Karno menjadi tempat final, sedangkan Thailand datang dengan pemahaman karakter lawan.

5. Apa yang dipertaruhkan skuad Merah Putih di final ini?

Timnas Indonesia terakhir meraih trofi senior pada 2008, namun final membuka peluang baru. Trofi itu berasal dari Piala Kemerdekaan 2008, sedangkan FIFA ASEAN Cup baru perdana.

Suporter meneriakkan nama Herdman seusai laga melawan Bangladesh, sehingga ia mendapat sambutan khusus. Herdman menjawab dengan misi Piala Dunia 2030, sebab perjalanan baru satu langkah.

Herdman mencontohkan Argentina soal fokus, sebab tim tidak boleh lama memikirkan hasil sebelumnya. Target tim tetap sama, sebab gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 masih menanti.

Pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama, namun Herdman menilai timnya terus berkembang. Skuad Merah Putih memiliki tambahan sehari berlatih, dan Herdman menilai kesempatan itu bagus. (*)

Pos terkait