CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Momentum Hari Kesaktian Pancasila yang bertepatan dengan pembukaan Bulan Pemuda 2026 tingkat Kota Tangsel menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dan menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat.
Tokoh pemuda Kota Tangsel sekaligus kader Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Banten, Ipan Supanda mengatakan, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kontribusi bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat Kesaktian Pancasila di era modern tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Nilai Pancasila perlu diterjemahkan menjadi semangat kerja untuk mengurangi ego sektoral dan mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pemuda.
“Hari ini, 1 Oktober 2026, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila sekaligus memasuki gerbang Bulan Pemuda. Pancasila tidak boleh berhenti sekadar sebagai hafalan teks upacara atau formalitas organisasi,” ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ipan menilai nilai kedisiplinan dan militansi generasi muda perlu diwujudkan dalam bentuk karya yang konkret dan memberikan solusi bagi masyarakat. “Moral komando kita jelas: solid, kuat, dan militan. Namun, militansi hari ini tidak diukur dari seberapa keras kita berteriak di jalanan, melainkan kemampuan kita mengamalkan sila kelima, yakni keadilan sosial. Dari seberapa besar dampak dan solusi nyata yang bisa kita berikan bagi masyarakat Kota Tangsel,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam forum strategis pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam forum seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perlu diperkuat agar gagasan generasi muda dapat lebih banyak diakomodasi.
“Anak muda Kota Tangsel tidak butuh retorika kosong. Mereka butuh lapangan kerja, sertifikasi keahlian, dan ruang kreasi pemuda yang merata hingga ke tingkat kecamatan,” jelasnya.
Dalam momentum Bulan Pemuda 2026, Ipan mengajak generasi muda, komunitas kreatif, serta organisasi kepemudaan (OKP) di Tangsel memperkuat kolaborasi dan mengurangi sekat antarorganisasi.
“Bulan Pemuda 2026 harus diisi dengan agenda kolaborasi lintas organisasi yang fokus pada pemberdayaan pemuda akar rumput, bukan persaingan pengaruh politik praktis,” jelasnya.
Ia juga mendorong pemuda Kota Tangsel meningkatkan kemampuan di bidang teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan ekonomi kreatif. Menurutnya, generasi muda perlu lebih proaktif mengembangkan keterampilan dan menciptakan peluang melalui ekosistem digital.
Selain pemberdayaan ekonomi dan keterampilan, Ipan mengingatkan pemuda memiliki peran dalam menjaga persatuan dan kondusivitas Kota Tangsel yang memiliki masyarakat heterogen.
Pemuda, dapat mengambil peran dalam menangkal penyebaran hoaks, judi online, tawuran, serta berbagai persoalan sosial lainnya.
“Kekuatan pemuda tidak terletak pada seberapa keras kita menonjolkan perbedaan ego kelompok kita, melainkan pada seberapa kokoh kita bersatu di bawah kepalan tangan yang sama demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ipan juga berharap Pemkot Tangsel dapat segera merealisasikan pembangunan gedung pemuda sebagai ruang bersama bagi organisasi kepemudaan untuk menjalankan berbagai kegiatan.
“Kami juga berharap kepada pemerintah kota untuk segera membangun gedung pemuda untuk dapat dijadikan basis berkumpulnya para pemuda di Kota Tangsel dalam melaksanakan kegiatan internal maupun eksternal bagi kepentingan organisasi kepemudaan dan masyarakat tentunya,” tutupnya. (*)












