Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tangerang Semester Satu Capai Rp2,27 T

Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tangerang Semester Satu Capai Rp2,27 T
Pelayanan di kantor Bapenda Kabupaten Tangerang. Foto (Istimewa)

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang hingga 26 Juni 2026 tercatat mencapai Rp2,27 triliun atau sekitar 43,07 persen dari target anggaran murni sebesar Rp5,28 triliun.

Kepala Bidang Perencanaan Kebijakan Pelaporan dan Pengolahan Data Pendapatan Daerah pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang Audy Ikshan Arief mengatakan, realisasi PAD tercatat sebesar Rp2.277.206.892.641,23 dari target Rp5.287.461.274.175. Kata dia, capaian tersebut berasal dari sejumlah komponen PAD, mulai dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, hingga lain-lain PAD yang sah.

Bacaan Lainnya

 

“Kita terus lakukan perluasan dan koordinasi dengan berbagai stakeholder agar target pajak tercapai. Kami masih optimis hingga akhir tahun proyeksi capaian kita bisa melebihi target,” katanya, Minggu 9 Agustus 2026.

Data yang didapat, pajak hotel terealisasi sebesar Rp35,93 miliar atau 59,89 persen, pajak restoran mencapai Rp331,03 miliar atau 52,13 persen, pajak hiburan Rp40,17 miliar atau 57,40 persen, serta pajak parkir Rp25,26 miliar atau 52,64 persen.

Kemduian, Pajak Reklame mencapai Rp22,13 miliar atau 53,98 persen dan Pajak Air Bawah Tanah sebesar Rp2,27 miliar atau 48,37 persen. Adapun realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencapai Rp279,18 miliar atau 42,30 persen, sedangkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp575,53 miliar atau 37,13 persen.

Untuk komponen pajak kendaraan, realisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat Rp161,08 miliar atau 40,27 persen, sementara Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp122,68 miliar atau 40,89 persen.

Selain pajak daerah, realisasi retribusi daerah hingga periode yang sama mencapai Rp98,51 miliar atau 44,33 persen dari target Rp222,21 miliar. Retribusi jasa umum terealisasi Rp31,57 miliar, retribusi jasa usaha Rp4,72 miliar, hasil produksi usaha pemerintah daerah Rp885,18 juta, dan retribusi perizinan tertentu mencapai Rp62,22 miliar.

Pada komponen hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasi tercatat sebesar Rp30,32 miliar atau 47,35 persen dari target Rp64,03 miliar. Menariknya, dividen atas penyertaan modal pada BUMD bidang lembaga keuangan telah mencapai Rp30,32 miliar, atau 105,14 persen dari target Rp28,83 miliar.

Audy menyampaikan, Kabupaten Tangerang memiliki kota mandiri yang menjadi penyumbang terbesar pada pendapatan asli daerah. Tak hanya itu, even konser melibatkan artis internasional dan nasional yang kerap digelar di Kabupaten Tangerang turut menyumbang pendapatan asli daerah.

“Kita masih optimistis baik dari sisi pajak hotel, hiburan, reklame hingga parkir bisa mendorong pertumbuhan pendapatan daerah. Di kita ada ICE BSD yang menjadi tempat konser, ini memberikan efek pajak yang banyak. Baik hotel, parkir, reklame hingga hiburan,” jelasnya.

Audy mengatakan, meski begitu pertumbuhan properti dan kawasan hunian mandiri menjadi penopang pertumbuhan PAD. Di mana, capaian PBB dan BPHTB menjadi penyumbang besar dalam pendapatan asli daerah.

“PBB dan BPHTb ini menjadi penopang besar juga meskipun pertumbuhan hingga semester awal belum lebih dari 50 persen. Kita optimistis sampai akhir tahun bisa mencapai target,” jelasnya.(*)

Pos terkait