CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Penataan kawasan pusat pemerintahan Kota (Pemkot) Tangsel di Kecamatan Ciputat dinilai sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Kawasan yang menjadi pusat administrasi pemerintahan tersebut dinilai perlu dibenahi agar mampu menjadi wajah kota yang lebih representatif.
Anggota DPRD Kota Tangsel Daerah Pemilihan (Dapil) Ciputat, Deden Juardi mengatakan, dibandingkan kecamatan lain yang mengalami perkembangan pesat, kawasan Ciputat masih tertinggal dari sisi penataan wilayah.
“Saya pikir memang sudah saatnya dilakukan penataan di kawasan pusat pemerintahan ini. Ciputat merupakan pusat pemerintahan Kota Tangsel, sehingga sudah seharusnya menjadi perhatian,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 4 Agustus 2026.
Deden menambahkan, sejumlah kecamatan lain telah berkembang dengan dukungan kawasan mandiri yang dibangun pengembang. Pondok Aren berkembang bersama kawasan Bintaro Jaya, Serpong Utara didukung Alam Sutera, sementara Serpong berkembang pesat dengan kawasan BSD City.
“Kalau dibandingkan dengan Pondok Aren yang berkembang bersama Bintaro Jaya, Serpong Utara dengan Alam Sutera, dan Serpong dengan BSD, Ciputat masih tertinggal. Padahal ini pusat pemerintahan,” tambahnya.
Deden berharap penataan tidak hanya dilakukan di kawasan Balai Kota, tetapi juga mencakup koridor jalan utama menuju pusat pemerintahan sehingga menciptakan wajah kota yang lebih tertata.
“Kalau bisa penataannya menyeluruh, mulai dari koridor jalan menuju pusat pemerintahan hingga kawasan di sekitarnya agar lebih rapi dan nyaman,” jelasnya.
Terkait rencana pembangunan alun-alun di kawasan depan Balai Kota Tangsel, ia menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, keberadaan ruang terbuka publik akan memperkuat identitas Kota Tangsel sebagai kota yang cerdas, modern, dan religius.
“Kalau memang pemerintah sudah memiliki perhitungan yang matang, saya kira sudah waktunya kawasan sekitar pusat pemerintahan ditata lebih baik. Kehadiran alun-alun juga akan menjadi nilai tambah bagi wajah Kota Tangsel,” tutupnya.
Diketahui, Pemkot Tangsel berencana membangun alun-alun tingkat kota yang berada di dekan kantor wali kota. Sebagian lahan sudah dibebaskan dan ada yang belum.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, penataan kawasan disekitar kantor wali kota belum dapat dilaksanakan lantaran ada pergeseran anggaran untuk kepentingan yang lain.
Saat ini pemerintah masih memprioritaskan pengadaan lahan untuk mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sesuai kebutuhan program nasional.
“Saat ini prioritas anggaran masih difokuskan untuk pengadaan lahan terkait penanganan sampah. Setelah itu baru penataan kawasan depan Pemkot dan beberapa titik lainnya akan kami lanjutkan secara bertahap. Termasuk penataan kawasan Bundaran Maruga Ciputat,” singkatnya. (*)
Reporter : Tri Budi










