TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Jatiwaringin, Kecamatan Maul, Kabupaten Tangerang makin gencar usai peristiwa kebakaran. Saat ini, proyek strategis nasional masuk tahapan Feasibility Study (FS).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Agustin Hari Mahardika mengatakan, proyek strategis nasional ini dikerjakan sepenuhnya oleh Danantara Indonesia.
“Kita daerah hanya menyiapkan lahan, perizinan dan air baku. Sudah kita siapkan semua. Kemarin pra FS sekarang sudah masuk tahap FS,” katanya, Senin 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kebutuhan pembangunan PSEL semakin mendesak mengingat volume sampah di Kabupaten Tangerang terus meningkat. Berdasarkan data tahun 2024, jumlah penduduk Kabupaten Tangerang mencapai 3,8 juta jiwa dengan timbulan sampah sekitar 2.663 ton per hari atau hampir 972 ribu ton per tahun. Sementara sampah yang masuk ke TPA Jatiwaringin mencapai sekitar 1.355 ton per hari.
Kata Hari, TPA Jatiwaringin yang berdiri sejak 1995 memiliki luas sekitar 33 hektare, dengan sekitar 25 hektare telah terisi sampah. Karena itu, transformasi sistem pengelolaan sampah melalui teknologi ramah lingkungan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda lagi. Pemerintah Kabupaten Tangerang pun menargetkan penerapan teknologi pengolahan sampah modern pada periode 2025 hingga 2030.
“Untuk mendukung pembangunan PSEL, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 5 hingga 7 hektare yang berada di kawasan eksisting TPA Jatiwaringin. Kita juga siapkan lahan untuk pengelolaan fly ash atau abu pembakaran sampahnya,” katanya.(*)
Reporter: Asep Sunaryo











