SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, berencana membangun apartemen khusus bagi kalangan buruh di wilayah Serang Timur tepatnya di lahan eks Samsat Cikande, sebagai solusi penyediaan hunian layak dengan harga terjangkau.
Hal ini ditujukan untuk membantu para pekerja, khususnya yang bekerja di kawasan industri, agar memiliki tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kerja.
Rencana pembangunan apartemen buruh digagas oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Serang, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar pekerja.
Nantinya unit hunian akan disewakan dengan tarif sekitar Rp500 ribu per bulan untuk dua orang penghuni.
Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, rencananya pembuangan apartemen buruh akan diusulkan ke Kementerian PKP tahun ini, yang apabila mendapatkan persetujuan akan dibangun di 2027.
Program strategis yang dimilikinya akan disampaikan ke Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, untuk bisa mendapatkan persetujuan membangun apartemen buruh di wilayah Serang Timur di lahan eks Samsat Cikande depan Modern Cikande, Kecamatan Cikande.
“Kami memiliki program strategis di wilayah Serang Timur, disana banyak kawasan industri ada Modern Cikande, Pancatama, dan Nikomas Gemilang, namun belum punya rumah susun buruh. Kebetulan Kementerian PKP membuka keran, akan kita sampaikan ke ibu bupati untuk disetujui dan akan diusulkan ke Kementerian PKP,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin 20 Juli 2026.
Okeu mengatakan, banyak buruh yang bekerja di wilayah Serang Timur berasal dari Ciruas, Petir, Pontang, dan wilayah yang jauh dari tempatnya bekerja.
Sehingga mereka harus berangkat menggunakan transportasi, yang akhirnya malah kejebak macet diperjalanannya karena lalu lintas yang padat membuatnya telat datang dan kecapean sehingga produktivitas kerjanya menurun.
“Kami ingin berupaya mendekatkan buruh dengan lokasi kerjanya, dengan menyiapkan hunian yang layak untuk buruh dan dekat ke tempat kerjanya. Terlebih rencana ini juga, bisa meminimalisir kemacetan lalu lintas dan kecelakaan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil kajian bersama Satuan Kerja (Satker) Kementerian PKP, kata Okeu, apartemen buruh akan dibangun tiga lantai untuk satu tower dengan kapasitas kamar 120 sampai 180.
Lokasi pembangunannya di eks Samsat Cikande dengan lahan sekitar 3.600 meter persegi, yang diharapkan bisa terbangun dua tower apartemen buruh supaya bisa memiliki 360 kamar.
“Pembangunan semuanya dilakukan oleh Kementerian PKP, semoga saja bisa dibangun dua tower supaya bisa menampung lebih banyak buruh. Sehingga bisa mengurangi cost yang dikeluarkan buruh, karena lebih dekat ke tempat kerjanya dan ada keuntungan untuk pemerintah karena bisa menghasilkan PAD,” ucapnya.
Dikatakan Okeu, satu kamar maksimal bisa diisi dua orang yang perbulannya hanya Rp500 ribu, dengan fasilitas satu kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu dan dapur, serta tempat parkir kendaraan yang luas.
Selain itu sisa lahan kosongnya bisa dimanfaatkan untuk kantor pengelola apartemen buruh, tempat pembuatan sarana kantor atau galeri dekranasda, membuat gerai Samsat, dan kios-kios UMKM.
“Galeri Dekranasda bangunannya kaca semua, agar apa yang ditampilkan oleh dekranasda bisa kelihatan pada saat orang lewat, dibangun juga gerai Samsat, dan UMKM, yang nantinya suasana disana akan hidup. Karena selama ini lahan eks Samsat Cikande, terbengkalai dan tidak pernah terurus,” tuturnya.
Apabila disewakan Rp500 ribu per kamar untuk satu bulan, dengan 360 kamar maka dalam satu tahun bisa menghasilkan kurang lebih Rp2 miliar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Serang.
“Belum lagi parkiran, lalu UMKM, bisa disewakan juga untuk cafe, sebelah timur bisa untuk Indomaret, lahannya cukup luas, ekonomi bisa hidup disana dan bisa menghasilkan PAD,” katanya.
Okeu mengaku, rencana pembangunan apartemen buruh akan diajukan pekan ini namun terlebih dahulu ingin memaparkan rencananya dihadapan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, dan jika disetujui akan diusulkan ke Kementerian PKP melalui Sibaru yang ada di kementerian.
“Kalau umpamanya di acc maka 2027 akan mulai pembangunannya, Pemkab Serang tidak keluar biaya pembangunan, hanya penataan halaman dan pagar saja, saya berharap rencana ini dapat berhasil,” ucapnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar











