TELUKNAGA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Kampung Melayu I, Kecamatan Teluknaga, meninggalkan kesan positif. Selama mengikuti rangkaian kegiatan, para siswa baru dinilai mampu menunjukkan sikap aktif, kreatif, serta mandiri meski tidak didampingi orang tua.
Keaktifan para peserta didik terlihat saat mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan sekolah. Mereka berani berinteraksi dengan guru maupun teman baru, mengikuti arahan dengan baik, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan sekolah.
Kepala SDN Kampung Melayu I Neni Mulyani mengatakan, hasil pengamatan selama MPLS menjadi modal awal yang baik bagi sekolah dalam membentuk peserta didik yang berkarakter.
“Alhamdulillah, kami melihat siswa-siswa baru memiliki semangat yang luar biasa. Mereka aktif mengikuti seluruh rangkaian MPLS, berani bertanya, mau mencoba berbagai kegiatan, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Ini menjadi awal yang sangat baik bagi perjalanan mereka di dunia pendidikan,” ujar Neni kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 19 Juli 2026.
Menurutnya, kemandirian para siswa juga menjadi hal yang paling membanggakan. Sebagian besar siswa mampu mengikuti kegiatan tanpa harus didampingi orang tua.
“Kami melihat anak-anak sudah mulai mandiri. Mereka datang ke sekolah, mengikuti kegiatan, berbaris, belajar mengenal lingkungan sekolah, hingga berinteraksi dengan teman-temannya tanpa harus terus didampingi orang tua. Sikap seperti ini sangat kami apresiasi karena memang inilah yang dibutuhkan saat memasuki jenjang sekolah dasar,” katanya.
Neni menjelaskan, sekolah tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter sejak dini. Terlebih, siswa kelas I merupakan usia yang masih sangat mudah dibimbing dan dibentuk menjadi pribadi yang baik.
“Usia mereka masih sangat tepat untuk diberikan pembiasaan-pembiasaan positif. Karena itu, kami akan terus melakukan pembinaan karakter secara berkelanjutan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, santun, serta memiliki rasa percaya diri,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan karakter akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran di sekolah.
“Kami ingin menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman sekaligus mampu membentuk karakter anak. Guru-guru tidak hanya mengajarkan pelajaran di kelas, tetapi juga memberikan teladan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan begitu, nilai-nilai positif akan tertanam sejak dini,” ungkap Neni.
Lebih lanjut, Neni berharap semangat, kreativitas, dan kemandirian yang telah ditunjukkan siswa selama MPLS dapat terus dipertahankan ketika kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Kami berharap anak-anak tetap memiliki semangat belajar yang tinggi, terus berani berkarya, aktif di dalam kelas, dan memiliki rasa percaya diri. Tugas sekolah adalah menjaga semangat itu sekaligus membimbing mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, berprestasi, serta memiliki kepribadian yang baik,” tutupnya. (*)











