Pendaftar Sekolah Rakyat di Lebak Meningkat

Sejumlah siswa sekolah rakyat saat menerima bimbingan dari pembina. Foto : A Fadilah/BantenEkspres.co.id

RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat mengaku minat masyarakat mandaftarkan anaknya ke sekolah rakyat (SR) mengalami peningkatan secara signifikan. Untuk tahun ajaran baru 2026 pemkab telah menetapkan
sebanyak 270 calon siswa sekolah rakyat.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan angkatan pertama yang hanya menampung 200 siswa dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Lela Gifty, Kepala Dinsos Lebak mengatakan, penetapan calon siswa dilakukan berdasarkan hasil penjangkauan yang dilakukan para pendamping dinas sosial di seluruh kecamatan yang mengacu pada desil l dan 2.

Bacaan Lainnya

“Hasil penjangkauan, dipastikan ada 270 calon siswa sekolah rakyat di Lebak untuk tahun ajaran baru 2026/2027,” kata Lela, kepada wartawan di Rangkasbitung, Senin 6 Juli 2026.

Lela menjelaskan, dari total 270 calon siswa tersebut, sebanyak 30 siswa berasal dari jenjang SD. Sementara itu, untuk jenjang SMP dan SMA sederajat masing-masing 120 siswa.

“Seluruh calon siswa yang dinyatakan lolos telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu syarat utama adalah berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau basis data kesejahteraan sosial yang digunakan pemerintah.

“Semua yang diterima tentunya sesuai kriteria. Salah satunya masuk ke dalam desil 1 dan desil 2,” ujarnya.

Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap sekolah rakyat, terutama pada jenjang SMP dan SMA, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tingginya jumlah pendaftar membuat tidak semua calon siswa dapat diterima karena keterbatasan daya tampung.

Menurutnya, besarnya antusiasme masyarakat tidak lepas dari keberhasilan penyelenggaraan angkatan pertama yang dinilai mampu memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Ada juga calon siswa yang benar-benar berminat dan mendaftarkan diri, tetapi gugur akibat keterbatasan kuota,” ucapnya.(*)

 

Pos terkait