Puluhan Sekolah Adiwiyata Mandiri di Dorong Pertahankan Jaga Lingkungan

Pemkot Tangerang menggelar Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup bagi Sekolah Adiwiyata. pembukaan kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang pada Selasa, 9 Juni 2026

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) serta Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang resmi meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup bagi Sekolah Adiwiyata.
Acara peluncuran dan sosialisasi ini digelar di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang pada Selasa, 9 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 40 sekolah Adiwiyata pada level tertinggi di lombakan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada bulan Juni.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi mengatakan, lomba ini dirancang khusus untuk sekolah-sekolah yang telah mencapai level tertinggi, yaitu Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Ia menyebut, tercatat dari 500 sekitar 40 sekolah di Kota Tangerang yang level tertinggi.

“Mereka ini kan ibaratnya sudah berada di puncak. Kami ingin menjaga mereka agar semangat dan kinerjanya tidak melemah hanya karena merasa sudah mencapai tingkat mandiri,’ ujar Wawan usai kegiatan.

“Lomba ini menjadi stimulus agar mereka tetap dapat mempertahankan dan konsisten menjaga komitmen lingkungan,” sambungnya.

Wawan menjelaskan, dalam penilaian lomba tersebut, tim juri akan melihat seluruh aspek yang menjadi kebiasaan atau habit sehari-hari di lingkungan sekolah. Hal ini mencakup perilaku nyata para siswa hingga dukungan fasilitas dari pihak sekolah.

Salah satu aspek, kata Wawan, kebiasaan nyata siswa dalam menjaga lingkungan, seperti membawa botol minum sendiri (tumbler) ke sekolah. Kemudian, sekolah tersebut sudah sejauh mana memberikan dukungan pendidikan berbasis lingkungan serta penyediaan fasilitas yang menunjang perilaku ramah lingkungan.

Selain itu, dalam upaya menjaga objektivitas, lanjut Wawan, pihaknya tidak bergerak sendiri dalam proses penilaian. “Kami akan melibatkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta tentu saja berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan,” tambah tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar menyampaikan, pihaknya mendukung penuh terhadap inisiatif yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Menurut dia, sinergi antara DLH, Disdik, dan Kemenag menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem sekolah yang hijau di Kota Tangerang.

“Kegiatan sosialisasi ini sekaligus launching lomba. Kami di Dinas Pendidikan terus bermitra dan berkolaborasi agar sekolah-sekolah di Kota Tangerang, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), memiliki visi yang sama dalam mewujudkan Sekolah Adiwiyata,” ungkap Wahyudi.

Ia menambahkan, antusiasme sekolah di Kota Tangerang terhadap program Adiwiyata sejauh ini sangat positif.

Ia berharap, program ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan instrumen pembentuk karakter generasi muda.

“Kami ingin seluruh sekolah ikut serta karena manfaatnya sangat besar, terutama bagi siswa-siswi kita. Target jangka panjangnya, mereka akan tumbuh menjadi agen perubahan lingkungan hidup, baik di lingkungan tempat tinggalnya maupun di sekolah mereka masing-masing,” pungkasnya.(*)

 

Pos terkait