TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang ke-33 yang jatuh pada 28 Februari mendatang, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk menjadikan momentum ini sebagai pijakan menuju pelayanan yang lebih prima.
Hal itu disampaikan dalam sambutan acara Safari Pembangunan yang berlangsung di GOR Nambo Jaya, Kecamatan Periuk, Selasa, 3 Februari 2026.
Sachrudin menegaskan, bahwa tema HUT tahun ini adalah “Bersama Melayani Tiada Henti”. “Perayaan HUT kota tahun ini kita laksanakan dengan penuh kemeriahan namun tetap sederhana dan memiliki makna yang mendalam. Terlebih bersamaan menghadapi bulan suci Ramadan,” kata Sachrudin.
Sachrudin menjelaskan, Pemkot Tangerang pada 2026 ini mencanangkan sebagai Tahun Berkualitas bagi Kota Tangerang. Pihaknya memfokuskan tidak hanya pada hasil pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Semuanya harus berkualitas. Pelayanannya, sarana-prasarana, hingga SDM-nya. Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas bukan hanya di internal pegawai pemerintah, tapi juga di semua lapisan masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, sosial politik, hingga organisasi keagamaan,” papar Sachrudin.
Dia menekankan pentingnya sinergi dan gotong royong untuk membawa Kota Tangerang ke arah yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga berbagi arahan yang didapatnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Presiden Prabowo Subianto belum lama ini. Ia mengutip pesan Presiden mengenai pentingnya bekerja dengan hati yang tulus meski menghadapi berbagai tantangan.
Salah satu poin krusial yang disorot adalah masalah kebersihan dan pengelolaan sampah.
Sachrudin menginstruksikan dinas terkait untuk memastikan tidak ada lagi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, terutama di jalan-jalan protokol.
“Mana bisa wisatawan datang ke kota kita kalau lingkungannya kotor? Sejak dilantik, saya sudah instruksikan angkutan sampah harus baik. Penanganan sampah ini sama seperti banjir, harus dari hulu ke hilir, tidak bisa parsial,” tegasnya.
Sachrudin juga mengajak masyarakat untuk melakukan daur ulang sampah sebagai peluang beramal. Ia mencontohkan praktik baik di sebuah masjid yang menerapkan program “Jumat Sedekah Sampah”, di mana hasil pemilahan sampah digunakan untuk bantuan sosial dan modal UMKM.
“Beramal itu tidak hanya dengan uang atau tenaga. Dengan memilah sampah pun kita bisa beramal. Pemilahan sampah dari rumah sangat efektif untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus membantu sesama,” tambahnya.
Terkait masalah banjir yang kerap melanda beberapa wilayah di Kota Tangerang, seperti di Kecamatan Periuk, Sachrudin mengakui adanya kendala seperti minimnya tandon air, penyempitan drainase, hingga pendangkalan sungai. Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak saling menyalahkan. Pemkot Tangerang tahun ini tengah melakukan upaya mengatasi permasalahan banjir seperti pembangunan tandon air dan penurapan pinggir sungai dan Kali.
“Ini masalah kita bersama. Salah satu penyebab banjir adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan. Sesuai dengan tagline kita, ‘Tangerang Ayo’, bersama membangun kota. Tidak ada yang bisa bekerja sendirian, kita harus bersinergi menjaga fasilitas umum dan lingkungan,” pungkasnya.(*)











