Stasiun Jatake Setelah di Renovasi pada Selasa, 3 Februari 2026.

Pengguna Nilai Stasiun Jatake Nyaman, Parkir Jadi Catatan

JATAKE, BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketika penumpang lain berlari mengejar kereta dan suara pengeras suara menggema dari sudut-sudut stasiun, seorang warga justru melangkah tanpa tergesa. Di tengah ritme pagi yang terburu-buru, ia memilih berjalan tenang.

Bacaan Lainnya

Asri Rahma pagi itu hendak berangkat dari Stasiun Jatake menuju Stasiun Tigaraksa. Ia memilih transportasi umum, bukan semata karena murah, tetapi juga karena pengalaman ruang yang ditawarkan stasiun ini.

Stasiun yang baru direnovasi tersebut bangunannya bersih, tertata, dan tidak terlalu ramai. Ruangnya luas, memberi jarak antarpengguna, sehingga tetap terasa lapang bahkan saat penumpang mulai berdatangan. Bagi Asri, kondisi itu membuat perjalanan tidak terasa melelahkan.

“Stasiun barunya bersih, lebih tertata dan juga tidak terlalu ramai. Jadi santai kalo tidak buru-buru”, tutur Asri, Selasa (3/2/2026).

Stasiun yang rapi dan tidak semrawut memberi kesan bahwa ruang publik bisa dikelola dengan baik. Ketika keramaian datang, tempat ini seolah telah siap menampungnya, tanpa memaksa penggunanya ikut larut dalam kepanikan.

Namun, bagi Asri, kenyamanan Stasiun Jatake belum sepenuhnya tanpa catatan. Ia menyoroti keterbatasan lahan parkir sepeda motor yang tersedia. Menurutnya, area parkir terasa kurang luas jika dibandingkan dengan bangunan stasiun yang lapang dan tertata.

Asri menilai, sayang jika stasiun yang sudah nyaman justru menyisakan persoalan di akses awal. Sebab, bagi banyak warga, sepeda motor masih menjadi pilihan utama untuk mencapai stasiun. Ketika ruang parkir sempit, pengalaman menggunakan transportasi umum terasa terpotong bahkan sebelum perjalanan dimulai.

Haeroni, yang akrab disapa Iyon, hampir setiap hari terlihat di sekitar Stasiun Jatake. Di sanalah ia menjalani kesehariannya sebagai ojek pangkalan, menunggu penumpang yang membutuhkan tumpangan. Stasiun menjadi ruang hidupnya, tempat ia menggantungkan penghasilan.

Stasiun Jatake sendiri masih terbilang baru dibuka. Pada hari itu, suasananya belum terlalu ramai. Aktivitas penumpang berjalan pelan, peron masih longgar, dan di pinggir stasiun karangan bunga ucapan selamat atas beroperasinya stasiun masih berjajar, menandai fase awal perjalanan simpul transportasi tersebut.

Di tengah kondisi yang relatif sepi itu, Iyon mencatat persoalan yang kerap luput diperhatikan. Ia menyoroti area parkir sepeda motor yang dinilainya tidak cukup lebar. Menurutnya, ukuran parkir tersebut tidak sebanding dengan bangunan stasiun yang besar dan lapang.

“Di dalam kan gede,sayang parkirannya paling muat berapa mobil ama motor doang,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait