RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Banten menjamin ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram (Kg) bagi masyarakat. Hal tersebut berdasarkan koordinasi dengan pihak Pertamina, pasokan gas melon tersebut dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian warga di Lebak.
Yani, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak mengatakan, berdasarkan alokasi atau kuota LPG tabung 3 Kg yang diberikan Pertamina kepada Kabupaten Lebak tahun 2026 sebanyak 27.322 metrik (MT) x 1.000 Kg = 27.322.000 Kg : 3 Kg (tabung). Jadi kata Yani, jika dikonversi ke tabung 3 Kg, kuota LPG 3 Kg sekitar 9.107.333 tabung.
“Kuota 9.107.333 tabung ini diberikan kepada 21 agen LPG yang ada di Lebak, dan disebar ke 700 pangkalan LPG,” kata Yani, kepada BantenEkspres, di Rangkasbitung, Minggu 1 Pebruari 2026.
Yani mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan. Kepastian ini didapat setelah pihaknya melakukan evaluasi rutin terhadap jalur distribusi gas bersubsidi tersebut.
“Sesuai informasi dari Pertamina, untuk elpiji 3 kilogram persediaannya mencukupi, jadi tidak mungkin terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Selain LPG, Disperindag juga melakukan pengawasan terhadap ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Menurut dia, ketahanan pangan di Lebak berada dalam kondisi aman. Pihaknya bahkan telah melakukan koordinasi intensif dengan Bulog untuk memastikan cadangan pangan mampu mencukupi kebutuhan warga hingga beberapa bulan ke depan.
“Untuk ketersediaan bahan kebutuhan pokok cukup, bahkan sampai untuk beberapa bulan ke depan. Kita juga sudah tinjau langsung ke gudang Bulog,” jelasnya.
Untuk harga pangan di pasar tradisional, lanjut Yani, saat ini masih relatif stabil. Disperindag bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan terus mengintensifkan pengawasan di lapangan guna mencegah praktik penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar.
“Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum hari besar keagamaan,” ucapnya.(*)









