TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah bantaran sungai di Kabupaten Tangerang, meski sebagian besar daerah terdampak dilaporkan mulai berangsur surut. Dari total 29 kecamatan, sebanyak 27 kecamatan tercatat sempat terdampak banjir sejak 11 Januari 2026 hingga saat ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengatakan banjir meluas akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus, ditambah luapan sejumlah sungai besar yang melintasi kawasan permukiman warga.
Hingga kini, genangan air masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Kronjo, Kresek, Gunung Kaler, dan Mekar Baru. Kondisi tersebut dipicu oleh meluapnya Sungai Cidurian, serta intensitas hujan yang masih relatif tinggi.
“Genangan air di wilayah-wilayah tersebut masih menghambat aktivitas warga dan menyebabkan sebagian masyarakat harus mengungsi,” ujar Taufik, Minggu (1/2/2026).
Berdasarkan data BPBD, banjir saat ini masih menggenang di tujuh kecamatan, yakni Rajeg, Kemiri, Kronjo, Gunung Kaler, Kresek, Mekar Baru, dan Tigaraksa.
Rinciannya, banjir di Kecamatan Rajeg terjadi di Desa Tanjakan. Di Kecamatan Kemiri meliputi Desa Legok Sukamaju, Patramanggala, Karang Anyar, dan Klebet. Kecamatan Kronjo terdampak di Desa Pasilian.
Sementara di Kecamatan Gunung Kaler, banjir menggenangi Desa Kandawati, Gunung Kaler, dan Kedung. Di Kecamatan Kresek meliputi Desa Patrasana, Talok, Renged, dan Kemuning. Kecamatan Mekar Baru terdampak di Desa Jenggot dan Kedaung, serta Kecamatan Tigaraksa di Desa Pematang.
Taufik menjelaskan, banjir tidak hanya berdampak pada kawasan permukiman, tetapi juga fasilitas umum dan akses jalan di beberapa wilayah. Meski sejumlah desa yang sebelumnya terdampak cukup parah kini mulai surut, petugas tetap melakukan pemantauan intensif terhadap debit air sungai.
“Secara keseluruhan, banjir di Kabupaten Tangerang berdampak pada 110 desa di 27 kecamatan, dengan puluhan ribu kepala keluarga terdampak,” jelasnya.
Pemerintah daerah saat ini terus melakukan penanganan darurat, pendataan dampak, serta pemantauan sungai-sungai utama guna mengantisipasi potensi banjir susulan.
BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah bantaran sungai agar tetap waspada, khususnya saat hujan deras kembali turun.
“Masyarakat diharapkan segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat jika terjadi peningkatan debit air,” pungkas Taufik. (*)











