SDN Pasir Gintung Ajarkan Siswa Menanam, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Siswa SDN Pasir Gintung melakukan pembelajaran menanam tanam dengan media tanam sederhana di halaman sekolah. Randy/Bantenekspres.co.id

JAYANTI,BANTENEKSPRES.CO.ID — SDN Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, mengajarkan para siswa menanam tanaman dengan menggunakan media tanam sederhana serta pupuk organik. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membiasakan siswa untuk merawat lingkungan dan menumbuhkan kepedulian agar lingkungan tetap hijau dan lestari.

Kegiatan menanam tersebut diikuti oleh siswa dari berbagai jenjang. Para siswa tampak antusias saat mempraktikkan langsung cara menyiapkan media tanam dari bahan sederhana, seperti botol bekas, polybag, dan tanah yang dicampur pupuk organik. Selain menanam, siswa juga diajarkan cara merawat tanaman secara rutin.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Pasir Gintung Yati Nurhayati mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran karakter yang diterapkan di sekolah. Menurutnya, pendidikan lingkungan harus dimulai sejak dini agar tertanam kuat dalam diri siswa.

“Kami ingin siswa memiliki rasa cinta terhadap lingkungan sejak masih di bangku sekolah dasar. Melalui kegiatan menanam ini, anak-anak belajar bagaimana cara merawat tanaman dan menjaga lingkungan di sekitarnya,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, penggunaan media tanam sederhana sengaja dipilih agar siswa memahami bahwa kegiatan menanam dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Maka dari itu, pihaknya mengajarkan siswa agar mereka bisa melakukan dimana saja dan kapan saja.

“Kami mengajarkan siswa bahwa menanam tanaman tidak harus dengan alat yang mahal. Dengan media sederhana pun, kita tetap bisa menjaga lingkungan tetap hijau,” katanya.

Menurut Yati, kegiatan ini juga bertujuan melatih tanggung jawab siswa. Setelah menanam, siswa tidak di lepaskan begitu saja. Mereka di ajarkan untuk menyiram, memberi pupuk, dan merawat tanamannya secara rutin. Dari sini, anak-anak belajar tanggung jawab.

“Harapan kami, kebiasaan baik ini bisa dibawa ke rumah. Siswa bisa mengajak orang tua untuk menanam dan merawat tanaman di lingkungan rumah masing-masing,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sekolah bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga tempat menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin siswa tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap alam, tidak membuang sampah sembarangan, dan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan,” tutupnya. (*)

Pos terkait