Putus Rantai HIV, Puskesmas Kedaung Barat Jemput Bola Mobile VCT

Puskesmas Kedaung Barat mengadakan Mobile VCT untuk deteksi dini HIV pada populasi kunci. Foto: Puskesmas Kedaung Barat.

SEPATANTIMUR,BANTENEKSPRES.CO.ID – Puskesmas Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, melakukan langkah proaktif dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS melalui program Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT).

Aksi jemput bola ini menyasar populasi kunci di wilayah Kabupaten Tangerang guna memastikan deteksi dini berjalan maksimal tanpa hambatan akses geografis maupun sosial.

Bacaan Lainnya

​Kepala Puskesmas Kedaung Barat dr. Salwah menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen layanan kesehatan yang inklusif.

Menurutnya, banyak kelompok berisiko tinggi yang masih enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena stigma atau keterbatasan waktu.

​”Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak kesehatan yang sama. Dengan layanan jemput bola ini, kami berharap dapat menemukan kasus sedini mungkin agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujar dr. Salwah dalam keterangannya, Kamis, 29 Januari 2026.

​Program Mobile VCT ini melibatkan kolaborasi solid antara penanggung jawab Program Penyakit Menular, petugas laboratorium, tim promosi kesehatan, serta pendamping lapangan (penjangkau) dengan dukungan lintas sektor.

​Untuk menjaga kenyamanan masyarakat, tim medis mendatangi langsung titik-titik kumpul populasi kunci. Prosedur pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan menjamin kerahasiaan identitas pasien melalui empat tahapan utama.

● Konseling Pra-Testing: Edukasi mengenai risiko dan manfaat tes.

● Pengambilan Sampel: Dilakukan oleh Tenaga Laboratorium Ahli.

● Rapid Test: Hasil akurat yang keluar dalam waktu singkat.

● Konseling Pra-Testing: Penjelasan hasil serta rujukan terapi bagi yang membutuhkan

Selain meningkatkan cakupan skrining kesehatan di wilayah Kedaung Barat, program ini bertujuan agar pasien yang terdeteksi positif dapat segera mendapatkan terapi Atiretroviral (ARV). Terapi ini sangat krusial untuk menjaga kualitas hidup pasien sekaligus memutus mata rantai penularan di masyarakat.

​Di sisi lain, dr. Salwah juga mengajak masyarakat luas untuk mengubah pola pikir terhadap pengidap HIV/AIDS.

​”Dukungan lingkungan sekitar sangat krusial. Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk menghapus stigma negatif, karena dukungan sosial adalah kunci keberhasilan pencegahan penyakit menular ini,” tambahnya.

​Melalui Mobile VCT, Puskesmas Kedaung Barat berharap kesadaran akan kesehatan reproduksi meningkat dan target eliminasi HIV di Kabupaten Tangerang dapat segera tercapai. (*)

Pos terkait