Pasca-Banjir, Warga Diminta Waspada Penyakit DBD

Petugas Puskesmas Poris Gaga Lama melakukan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) secara door to door di wilayah binaannya,

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pasca banjir melanda sejumlah titik di Kota Tangerang, masyarakat diminta mewaspadai berbagai penyakit lingkungan. Terlebih, ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBB) yang sebarannya dari gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni menyampaikan, pasca banjir di beberapa wilayah di Kota Tangerang, namun hujan dengan intensitas sedang masih kerap mengguyur. Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai adalah penyakit lingkungan, terutama penyakit DBD yqng sebarannya dari gigitan nyamuk Aedes aegypti. Genangan air berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk tersebut.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, kata dr Dini, masyarakat diimbau melakukan langkah antisipasi sedini mungkin agar tidak terjadi lonjakan kasus sebaran penyakit demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Kewaspadaan ini tidak hanya ditujukan bagi warga yang pemukimannya sempat terendam banjir, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Tangerang.

“Kami mengimbau seluruh warga, baik yang terdampak banjir maupun tidak, untuk kembali menggiatkan kerja bakti di lingkungan masing-masing. Siklus hidup nyamuk meningkat di cuaca yang tidak menentu seperti sekarang,” ujar dr Dini, Kamis, 29 Januari 2026.

Dia menekankan, bahwa pencegahan yang paling efektif adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas).

Masyarakat diminta untuk menyisir setiap sudut rumah dan lingkungan yang berpotensi menampung air, salah satunya barang bekas di halaman rumah.

Dini juga menyampaikan, penyemprotan asap atau fogging sebagai langkah yang hanya bersifat membunuh nyamuk dewasa dan tidak mematikan jentik. Ia menekankan agar warga memastikan lingkungan sudah dalam keadaan bersih terlebih dahulu melalui kerja bakti.

“Jika lingkungan sudah dipastikan bersih melalui kerja bakti namun masih ditemukan indikasi penyebaran, warga dapat mengajukan permohonan fogging melalui Puskesmas setempat atau kelurahan. Namun ingat, fogging baru efektif jika sumber sarang nyamuknya (jentik) sudah dibasmi terlebih dahulu melalui PSN,” ujarnya.

Dini menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan masyarakat di posko-posko kesehatan dan Puskesmas guna memastikan penanganan cepat jika terdapat warga yang mengalami gejala demam tinggi atau tanda-tanda DBD lainnya.

Sementara itu, Puskesmas Poris Gaga Lama, Kecamatan Batuceper, melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) secara door to door di wilayah binaannya, belum lama ini.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas ditemukannya kasus DBD di tengah lingkungan masyarakat tersebut.

Selain itu kegiatan tersebut sebagai langkah deteksi dini untuk memutus rantai penularan penyakit, khususnya pada musim penghujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Puskesmas Poris Gaga Lama drg. Apriliana menjelaskan, tim Puskesmas Poris Gaga Lama turun langsung ke rumah warga untuk melakukan pengumpulan data, wawancara riwayat kesehatan, pemantauan kondisi lingkungan, serta pemeriksaan keberadaan jentik nyamuk.

”Selain memitigasi, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pelaksanaan 3M Plus sebagai langkah pencegahan DBD,” kata drg. Apriliana.

Dia menyebut, bahwa kegiatan penyelidikan epidemiologi ini merupakan bagian dari komitmen puskesmas dalam melindungi kesehatan masyarakat.

“Melalui kegiatan door to door, kami dapat mengetahui kondisi lapangan secara langsung dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan DBD,” ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi disertai tanda-tanda DBD.(*)

Pos terkait