Optimalkan Layanan Kesehatan Pemkot Tangerang Anggarkan Layanan BPJS PBI Rp160 Miliar

Kepala Dinas Kesehatan, dr Dini Anggraeni.

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang terus meningkatkan pelayanan khususnya di bidang kesehatan. Sesuai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030, Pemkot Tangerang menargetkan kepesertaan BPJS Kesehatan yang dibiayai oleh Pemkot Tangerang sekitar 420 ribu jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni mengatakan, kepesertaan BPJS kesehatan yang dibiayai APBD Kota Tangerang saat ini sekitar 380.000 jiwa. Tahun ini, Pemkot Tangerang menggelontorkan anggaran sekitar 160 miliar untuk 11 bulan kedepan. Hal itu guna mengoptimalkan layanan kesehatan terutama bagi keluarga tidak mampu.

Bacaan Lainnya

” Target 2026 sesuai RPJMD, target akan ditingkatkan kembali menjadi sekitar 420.000 jiwa. Tahun ini, anggaran murni disiapkan sekitar Rp160 Miliar untuk 11 bulan pertama,” kata dr Dini saat ditemui, Kamis, 29, Januari 2026.

Meski adanya dinamika anggaran, kata dr Dini, Kota Tangerang tetap mempertahankan prestasi di bidang kesehatan.

“Alhamdulillah, kita sudah mendapatkan Penghargaan UHC (Universal Health Coverage) kategori Madya. Ini membuktikan bahwa cakupan kepesertaan dan keaktifan layanan kesehatan kita sudah memenuhi indikator nasional yang baik,” ujarnya.

dr Dini memaparkan, Pemkot Tangerang juga terus memperkuat infrastruktur dan layanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah terbaru ditandai dengan pelantikan jajaran pegawai di bawah naungan Dinas Kesehatan yang dilakukan oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin pada Rabu, 28 Januari 2026.

Menurut Dini, pelantikan jajaran pegawai tersebut merupakan bagian dari persiapan matang operasional RSUD Panunggangan Barat yang diproyeksikan untuk mempercepat operasional rumah sakit tersebut. Selain RSUD, dilakukan juga rotasi dan promosi bagi sejumlah dokter fungsional yang kini mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas.

“Ini adalah hal yang biasa dalam kebutuhan organisasi, penyegaran seperti biasanya, roda organisasi tetap berjalan dengan baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terputus,” ujar dr Dini

Dini menjelaskan, bahwa RSUD Panunggangan Barat maupun RSUD Benda didesain sebagai RSUD Tipe D. Berbeda dengan RSUD Kota Tangerang yang bertipe C. Langkah ini merupakan strategi transformasi dari Puskesmas Rawat Inap menjadi rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan wilayah yang jauh dari jangkauan rumah sakit besar.

“Di kota yang padat, fungsi Puskesmas seharusnya lebih ke arah promotif dan preventif. Namun, untuk wilayah seperti Benda dan Panunggangan, keberadaan RSUD tipe D sangat krusial sebagai penanganan pertama bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dengan rampungnya pembangunan fisik dan penguatan manajemen, tambah dr Dini, RSUD Panunggangan Barat diharapkan dapat segera melayani warga secara penuh, termasuk melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan yang tengah dalam proses kredensialing.(*)

 

Pos terkait